“Jika ingin menunggu waktu berbuka, sebaiknya di masjid atau taman, bukan di rel kereta. Pihaknya juga berencana bekerja sama dengan Dishub untuk memberikan penyuluhan langsung di sekolah-sekolah yang berada di dekat jalur rel,” ujar Bambang Suryantoro.
Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan bahwa meskipun patroli dan sosialisasi terus dilakukan, peran keluarga dan pengawasan orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mencegah tragedi di perlintasan kereta api. Keselamatan perjalanan kereta api dan nyawa masyarakat harus menjadi prioritas bersama, terutama saat frekuensi perjalanan kereta meningkat menjelang musim mudik Lebaran. (nov)
