Bocah 6 Tahun Hanyut di Sungai Blukar Kendal, Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai Sejauh 19 Kilometer

Bocah 6 Tahun Hanyut di Sungai Blukar Kendal, Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai Sejauh 19 Kilometer
ABDUL GHOFUR PENYISIRAN - Tim SAR menyisir aliran sungai yang keruh dengan perahu karet, bahu-membahu dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban di tengah arus yang deras, Sabtu (28/2/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Insiden memilukan menimpa seorang bocah berusia enam tahun, Arqam Bagus Dwiatmaja, warga Dusun Suminyak, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Arqam dilaporkan hanyut dan tenggelam di saluran irigasi setempat saat sedang bermain air bersama teman-temannya pada Jumat (27/2/2026).

Hingga pencarian hari kedua pada Sabtu (28/2/2026) petang, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban. Operasi pencarian pun kini difokuskan dengan menyisir aliran Sungai Blukar yang memiliki debit air cukup tinggi akibat cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Kendal, Ali Sutaryo, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan kejadian pada pukul 13.45 WIB di hari kejadian.

Baca Juga:3 Kombinasi Wisata Alam dan Kuliner Yang Wajib di Kunjungi Saat Libur Lebaran di Kabupaten PemalangPesantren Ramadan SMA NU 05 Brangsong Kendal, Siswa Dalami Kitab Kuning untuk Penguatan Karakter

“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak bersama unsur SAR gabungan. Hingga hari kedua pencarian, korban masih belum ditemukan,” tegas Ali Sutaryo saat memberikan keterangan resmi mengenai progres operasi SAR.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB ketika korban bersama dua rekannya, Adam (8) dan Fero (7), bermain di pinggir saluran irigasi. Ketiganya diduga terpeleset dan jatuh ke dalam aliran air yang saat itu sedang deras.

Beruntung, Adam dan Fero berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi. Namun, Arqam yang masih berusia enam tahun terseret arus deras. Seorang saksi mata yang sedang memancing sempat melihat tubuh korban melintas di Bendungan Sojomerto sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

Korban terakhir kali terlihat mengenakan celana pendek berwarna krem, memiliki tinggi badan sekitar 80 sentimeter, kulit sawo matang, dan rambut lurus.

Kendala Arus Deras dan Jarak Tempuh

Operasi pencarian besar-besaran ini melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, TNI, Polri, Satpolkar, PMI, hingga relawan Destana dan masyarakat setempat. Tim menghadapi tantangan berat berupa arus Sungai Blukar yang sangat kuat serta cuaca mendung yang tidak menentu di wilayah hulu.

Pencarian hari kedua terpaksa dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB dengan hasil nihil. Untuk efektivitas operasi, posko pencarian akan dipindahkan ke Balai Desa Gebang pada hari ketiga.

“Rencananya, operasi hari ketiga dilanjutkan Minggu (1/3/2026) pukul 07.00 WIB. Tim akan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir total sekitar 19 kilometer aliran sungai, baik melalui jalur darat maupun perahu,” tambahnya.

0 Komentar