Pengajian Ramadan PDM Kendal: Edy Darmoyo Serukan Kebangkitan Umat di Tengah Krisis Moral dan Ekonomi

Pengajian Ramadan PDM Kendal: Edy Darmoyo Serukan Kebangkitan Umat di Tengah Krisis Moral dan Ekonomi
ABDUL GHOFUR SESIE MOTIVASI - Master Trainer, Edy Darmoyo \"Kisah tentang Negeriku”—di balik angka kemiskinan, pengangguran, hingga korupsi, ada panggilan untuk berbenah, bergerak, dan menyalakan harapan, Sabtu (28/2/2026)
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal menggelar Pengajian Ramadan 1447 Hijriah dengan menyoroti berbagai tantangan besar yang tengah membayangi bangsa. Bertempat di Auditorium Prof. KH Azhar Basyir, MA, Lantai 8 RSI Kendal, Sabtu (28/2/2026), kegiatan ini menggaungkan pesan kuat tentang pentingnya kebangkitan umat di tengah krisis multidimensi.

Hadir sebagai narasumber utama, Master Trainer sekaligus Owner Talent Potensial Center Semarang, Edy Darmoyo. Di hadapan ratusan warga Muhammadiyah, Edy memaparkan data-data krusial mulai dari angka kemiskinan yang menyentuh 26,36 juta jiwa hingga potret buram dekadensi moral di kalangan generasi muda.

“Negeri ini kaya sumber daya, tetapi umatnya belum sepenuhnya bangkit. Kita tidak boleh terus tertidur dalam krisis. Persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan ekonomi semata, melainkan harus diawali dengan transformasi spiritual,” tegas Edy Darmoyo saat memberikan pemaparan.

Baca Juga:Menu Makan Bergizi Gratis Tak Layak? SPPG Kota Pekalongan Buka Hotline Pengaduan, Segera Lapor!Muara Sungai Sambong Dangkal, DPRD Batang Desak Percepatan Penataan Agar Nelayan Tak Lagi Kandas

Darurat Moral dan Tantangan Ekonomi

Edy membedah kondisi riil Indonesia melalui angka-angka statistik yang mencengangkan. Selain menyinggung 7,86 juta pengangguran dan puluhan ribu anak putus sekolah, ia menyoroti darurat moral dengan adanya 5,5 juta anak yang menjadi korban pornografi serta tingginya angka perceraian yang mencapai lebih dari 460 ribu kasus dalam setahun.

Dari sisi ekonomi, beban utang luar negeri yang menembus Rp 8.041 triliun serta kerugian negara akibat korupsi sebesar Rp 233 triliun menjadi catatan merah yang ia bagikan. Menurutnya, umat Islam harus kembali pada mandatnya sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi sebagaimana tertuang dalam Al-Baqarah ayat 30.

“Kita dipilih untuk memperbaiki, bukan merusak. Ayat itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya secara lugas di hadapan audiens.

Konsep Spiritual Transformation

Sebagai solusi atas karut-marut tersebut, Edy menawarkan program “Ummat Terbaik Hidup Berkah” (UTHB). Melalui konsep Spiritual Transformation, para peserta diajak untuk mengevaluasi kondisi saat ini dan bergerak secara progresif menuju kondisi ideal yang diberkahi.

Spirit yang diusung merujuk pada Surah Ali Imran ayat 110, yakni kewajiban kolektif untuk menyeru kepada kebaikan (ma’ruf) dan mencegah kemungkaran. Transformasi ini diharapkan mampu memicu kemandirian ekonomi, khususnya bagi 30 juta UMKM yang sempat terpuruk pascapandemi.

0 Komentar