RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Suasana di Mapolres Pekalongan Kota mendadak tegang sejak Selasa dini hari (3/3/2026). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan marathon terhadap sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang menghebohkan publik.
Hingga Selasa siang pukul 14.00 WIB, sedikitnya lima mobil dinas berplat merah milik Pemkab Pekalongan tampak masih terparkir di halaman Mapolres. Pemeriksaan tertutup ini dilakukan di aula Mapolres yang dipinjam oleh tim penyidik lembaga antirasuah tersebut.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, membenarkan adanya aktivitas pemeriksaan terkait dugaan kasus korupsi yang melibatkan jajaran pejabat di wilayah tetangganya itu.
Baca Juga:Polres Kendal Gandeng Ojol Bagikan Takjil ke Santriwati Ponpes Al-Hidayah, Pererat Silaturahmi RamadanSafari Ramadan di Panjang Wetan, Wali Kota Aaf Ajak Warga Jaga Ketertiban Selama Puasa di Pekalongan
“Benar, ada pemeriksaan ataupun penanganan perkara dugaan korupsi yang ditangani oleh KPK. Dimulai sejak tadi malam, pihak KPK menghubungi kami untuk meminjam sarana aula guna melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat Pemkab Pekalongan,” ujar AKBP Riki Yariandi, Selasa sore.
Sekda hingga Camat Masuk Daftar Periksa
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa deretan pejabat yang dimintai keterangan melibatkan level pimpinan tinggi daerah. AKBP Riki Yariandi mengonfirmasi bahwa daftar tersebut mencakup Sekretaris Daerah (Sekda), beberapa Kepala Dinas, hingga level Camat.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa kewenangan penjelasan detail perkara sepenuhnya berada di tangan KPK pusat.
“Informasinya ada Sekda, beberapa Kepala Dinas, dan juga Camat. Namun secara detail substansi perkaranya, itu kewenangan pihak KPK di Jakarta untuk menjelaskan. Mereka belum tentu tersangka, karena penyidik masih ingin mendalami keterangan lebih lanjut,” tambah Kapolres secara lugas.
Pejabat Diberangkatkan ke Jakarta Pakai Bus
Ketegangan mencapai puncaknya pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan marathon selama belasan jam, sejumlah pejabat terlihat keluar dari aula dan langsung diarahkan masuk ke dalam sebuah bus yang telah disiapkan untuk diberangkatkan menuju Jakarta.
“Baru saja tadi sekitar jam 3 sore, beberapa pejabat yang diperiksa diberangkatkan menggunakan bus ke Jakarta,” ungkap AKBP Riki.
Terkait keberadaan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, Kapolres mengaku tidak melihat sang bupati di Mapolres Pekalongan Kota. Namun, beredar kabar kuat di kalangan media bahwa bupati telah lebih dulu diamankan melalui jalur udara dari Semarang.
