Diterjang Angin Kencang dan Hujan, 10 Rumah di Pasirkratonkramat Pekalongan Rusak, Satu Dinding Roboh

Diterjang Angin Kencang dan Hujan, 10 Rumah di Pasirkratonkramat Pekalongan Rusak, Satu Dinding Roboh
DOK. PEKALONGAN RESCUE RUSAK – Sebuah rumah di Jl Samanhudi Kelurahan Pasirkratonkramat mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang dan hujan, Rabu sore (4/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Pekalongan pada Rabu sore (4/3/2026) mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serius. Angin kencang yang disertai hujan deras dilaporkan menyapu kawasan permukiman, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat.

Salah satu lokasi terdampak paling parah berada di Kelurahan Pasirkratonkramat. Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh relawan SAR Pekalongan Rescue hingga pukul 17.30 WIB, diperkirakan sedikitnya 10 unit rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan struktur bangunan.

Relawan SAR Pekalongan Rescue, Rendy, menjelaskan bahwa mayoritas kerusakan terjadi karena material atap atau genting rumah warga yang beterbangan tersapu angin. Namun, terdapat satu titik yang mengalami kerusakan struktural cukup berat.

Baca Juga:3 Hotel Terbaik di Jawa Tengah untuk LiburanStaycation Weekend 3 Hotel Nyaman di Semarang dengan Kolam Renang Infinity

“Setelah diterjang hujan disertai angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB, Rumah Bapak Slamet Saeri roboh. Alhamdulillah tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Rendy memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu malam.

Satu Rumah Alami Dinding Roboh

Kerusakan paling signifikan menimpa kediaman keluarga Slamet Saeri (46) yang beralamat di Jalan KH Samanhudi RT 04 RW 05, Kelurahan Pasirkratonkramat. Rumah tersebut tidak hanya kehilangan bagian atapnya, tetapi juga mengalami roboh pada bagian dinding akibat terjangan angin yang sangat kuat.

Meski kerusakan bangunan tergolong parah, pihak SAR memastikan seluruh penghuni rumah dalam keadaan selamat dan tidak ada laporan mengenai korban luka maupun meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Data Kerusakan Masih Berkembang

Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan dan monitoring terhadap potensi kerusakan di titik-titik lain. Mengingat cuaca yang masih fluktuatif, jumlah rumah terdampak diperkirakan masih bisa bertambah.

“Untuk jumlah detailnya belum termonitor secara keseluruhan. Tapi saat ini ada sekitar 10 rumah yang gentingnya pada beterbangan. Untuk yang parah sementara ini termonitor masih satu rumah. Nanti menunggu perkembangan lebih lanjut,” beber Rendy secara lugas.

Masyarakat Kota Pekalongan, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir dan dataran rendah, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. BPBD dan relawan setempat kini tengah bersiaga untuk memberikan bantuan darurat berupa terpal dan perbaikan sementara bagi rumah-rumah yang atapnya terbuka. (way)

0 Komentar