RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 343 jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Pekalongan dipastikan telah memasuki fase kesiapan final untuk diberangkatkan pada musim haji 1447 H/2026 M. Seluruh tahapan krusial, mulai dari bimbingan manasik hingga distribusi perlengkapan pendukung, dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan, Rindiyantono atau yang akrab disapa Antono, mengonfirmasi bahwa secara umum proses penyelenggaraan ibadah haji di tingkat kota maupun koordinasi wilayah Jawa Tengah telah menunjukkan progres yang sangat positif.
“Untuk penyelenggaraan haji di tingkat Kota Pekalongan maupun secara Jawa Tengah, alhamdulillah tahapan prosesnya berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Antono saat memberikan keterangan resmi di kantornya, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga:Diterjang Angin Kencang dan Hujan, 10 Rumah di Pasirkratonkramat Pekalongan Rusak, Satu Dinding Roboh3 Hotel Terbaik di Jawa Tengah untuk Liburan
Batik Nasional Baru untuk Jemaah Lunas Tunda
Salah satu poin menarik pada persiapan tahun ini adalah distribusi souvenir yang disalurkan melalui perbankan. Paket tersebut berisi kain ihram/umrah serta mukena, dan yang paling menonjol adalah seragam batik nasional haji dengan motif serta warna terbaru.
Antono menjelaskan bahwa jemaah kategori lunas tunda—mereka yang sempat tertunda keberangkatannya pada tahun sebelumnya—tetap mendapatkan paket souvenir baru ini. Hal tersebut dilakukan karena adanya perubahan signifikan pada desain batik nasional tahun 2026.
“Walaupun tahun kemarin sudah mendapatkan souvenir, tahun ini alhamdulillah menerima kembali. Karena batik nasionalnya berubah cukup signifikan, baik dari warna maupun motifnya. Laporan yang kami terima, jemaah lunas tunda pun mendapatkan souvenir yang sama dengan jemaah yang berangkat tahun ini,” jelasnya.
Dari total kuota awal 344 jemaah, tercatat satu orang meninggal dunia, sehingga jumlah jemaah yang kini dipastikan siap berangkat berjumlah 343 orang. Saat ini, distribusi perlengkapan tersebut sudah mencapai tahap akhir dengan sisa sekitar 20-an jemaah yang dalam proses pengambilan.
Manasik Tuntas dan Fokus Kesehatan
Selain urusan logistik seperti koper yang akan segera didistribusikan melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) maupun jalur mandiri, Kemenhaj juga memastikan penguatan kapasitas jemaah melalui manasik telah rampung 100 persen.
