Lansia 90 Tahun di Bojong Pekalongan Tewas Tercebur Sumur Usai Tarawih, Diduga Terpeleset Akibat Pikun

Lansia 90 Tahun di Bojong Pekalongan Tewas Tercebur Sumur Usai Tarawih, Diduga Terpeleset Akibat Pikun
TEWAS TERCEBUR SUMUR: Seorang lansia di Desa Ketitang Lor, Bojong, R (90), tewas tercebur sumur. Foto: Hadi Waluyo.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BOJONG – Tragedi memilukan menimpa sebuah keluarga di Desa Ketitang Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Seorang lansia berinisial R (90) ditemukan tewas mengenaskan setelah tercebur ke dalam sumur di area rumahnya pada Selasa malam, 3 Maret 2026.

Peristiwa ini bermula saat istri korban, Wastini (80), baru saja kembali dari melaksanakan ibadah shalat tarawih sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, ia masih melihat suaminya berjalan menuju kamar mandi dengan maksud untuk buang air besar. Namun, kecurigaan muncul ketika korban tak kunjung kembali ke kamar hingga larut malam.

Setelah dilakukan pencarian intensif oleh sang anak dan kerabat, korban akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam sumur pada pukul 22.30 WIB. Pihak keluarga yang syok langsung meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bojong.

Baca Juga:Sopir Tronton Asal Kulon Progo Tewas Mendadak di Kawasan Industri Kendal, Diduga Serangan JantungKesiapan Final Musim Haji 2026, 343 Jemaah Kota Pekalongan Siap Berangkat ke Tanah Suci Mei Mendatang

Kapolsek Bojong, AKP Wastono, menjelaskan bahwa tim identifikasi bersama tim medis langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami telah mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan bersama tim medis. Hasil olah TKP menyimpulkan bahwa ini murni kecelakaan. Tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam kejadian ini,” ujar AKP Wastono saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Faktor Usia dan Kondisi Pikun

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, pihak kepolisian menduga kuat korban kehilangan keseimbangan saat berada di bibir sumur. Faktor usia yang sudah sangat renta serta kondisi psikologis korban yang sudah pikun menjadi penyebab utama kecelakaan maut tersebut.

Tim medis yang memeriksa jenazah memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi unsur kesengajaan atau tindakan bunuh diri. Kedalaman sumur yang cukup signifikan membuat nyawa lansia tersebut tidak tertolong saat terjatuh.

“Hasil pemeriksaan fisik tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Keluarga sudah menerima ini sebagai musibah murni. Mengingat kondisi korban yang memang sudah sering lupa atau pikun karena faktor usia,” tegas Kapolsek.

Keluarga Ikhlas dan Tolak Otopsi

Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini dengan ikhlas sebagai musibah murni. Mereka menolak dilakukan proses otopsi lebih lanjut terhadap jenazah R dan memilih untuk segera memakamkan korban.

0 Komentar