RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Proses penukaran uang rupiah untuk kebutuhan Idul Fitri yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal di Halaman Masjid Jami Al Muhtarom, Alun-Alun Kajen, berlangsung kondusif, Rabu, 4 Maret 2026. Antusiasme warga Kabupaten Pekalongan terlihat tinggi dalam memburu pecahan uang kertas mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000.
Ketertiban proses penukaran tahun ini tidak lepas dari kewajiban penggunaan aplikasi PINTAR sebagai platform pemesanan jadwal. Sistem digital ini terbukti ampuh mengurai antrean panjang yang biasanya terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyatakan bahwa masyarakat kini sudah semakin teredukasi mengenai mekanisme penukaran yang lebih modern ini.
Baca Juga:Deteksi Dini Gangguan Mental, Lapas Pekalongan Gelar Skrining Kesehatan Jiwa untuk Warga BinaanGerhana Bulan Langka 15 Ramadan 1447 H, Ratusan Jemaah di Masjid Mujahidin Kendal Gelar Salat Khusuf
“Alhamdulillah, penukaran Serambi hari ini berjalan dengan tertib. Masyarakat sudah memahami bahwa penukaran uang periode Ramadhan ini menggunakan PINTAR. Karena menggunakan PINTAR ini memberikan kenyamanan juga pemerataan pada masyarakat,” ujar Bimala saat meninjau lokasi penukaran di Kajen.
Kepastian Jadwal dan Realisasi Paket
Bimala menjelaskan, hingga saat ini hampir seluruh paket penukaran yang ditawarkan melalui aplikasi PINTAR telah ludes dipesan dan terealisasi sesuai jadwal. Meski demikian, ia mencatat adanya tren menarik di mana masyarakat lebih selektif dalam memilih pecahan, seperti pecahan Rp50.000 yang terkadang tidak diambil karena warga lebih fokus pada pecahan kecil.
Pembagian waktu kedatangan yang tertera pada aplikasi juga membuat suasana di lapangan menjadi lebih terkontrol. Warga tidak perlu datang sejak subuh karena jadwal mereka sudah dipastikan oleh sistem.
“Sampai dengan saat ini penukaran di PINTAR semua terealisasi, paket-paketnya semua diambil. Tadi antrean tidak panjang karena di PINTAR sudah dibagi jam kedatangannya sehingga memberikan kepastian,” tambah Bimala secara lugas.
Ledakan Transaksi Non-Tunai QRIS
Selain tren penukaran uang kartal, Bank Indonesia juga mencatat adanya lonjakan signifikan dalam penggunaan instrumen pembayaran non-tunai. Selama periode Ramadan kali ini, penggunaan QRIS oleh masyarakat meningkat drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menjadi indikator bahwa digitalisasi sistem pembayaran mulai merambah ke berbagai sektor ekonomi masyarakat di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
