Cuaca Ekstrem Terjang Kendal, Angin Puting Beliung Robohkan GOR Bedjo Taroeno hingga Tenda Pasar Murah

Cuaca Ekstrem Terjang Kendal, Angin Puting Beliung Robohkan GOR Bedjo Taroeno hingga Tenda Pasar Murah
ABDUL GHOFUR EVAKUASI - Warga mengevakuasi sebuah mobil yang tertimpa reruntuhan bangunan GOR Bedjo Taroeno di Desa Rowosari, Kabupaten Kendal, setelah diterjang angin puting beliung, Rabu (4/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Rabu (4/3/2026) sore. Dampak terjangan angin kencang ini dilaporkan meluas, mulai dari kerusakan rumah warga, puluhan pohon tumbang, hingga robohnya fasilitas publik.

Salah satu kerusakan paling signifikan terjadi di Desa Rowosari, di mana bangunan Gedung Olahraga (GOR) Bedjo Taroeno ambruk total. Bangunan yang terletak di samping Balai Desa Rowosari tersebut rata dengan tanah sekitar pukul 17.00 WIB setelah tidak mampu menahan tekanan angin yang sangat kuat.

Kepala Desa Rowosari, Luqman Zakaria, mengonfirmasi bahwa struktur bangunan GOR tersebut gagal bertahan di tengah cuaca buruk yang terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga:Penukaran Uang Baru di Alun-Alun Kajen Tertib via Aplikasi PINTAR, Transaksi QRIS Naik Dua Kali LipatDeteksi Dini Gangguan Mental, Lapas Pekalongan Gelar Skrining Kesehatan Jiwa untuk Warga Binaan

“Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang membuat struktur bangunan tidak mampu menahan tekanan. Akhirnya roboh,” ujar Luqman saat memantau lokasi kejadian, Rabu malam.

Kerusakan Fasilitas Publik dan Jalur Pantura

Selain GOR, terjangan angin juga merusak kawasan Alun-Alun Kendal. Sejumlah tenda yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan pasar murah dilaporkan roboh dan rusak berat sebelum sempat dibongkar. Di kawasan Taman Garuda, sebuah baliho berukuran besar juga ambruk akibat terpaan angin.

Kondisi di Jalur Pantura Kendal sempat tersendat akibat puluhan pohon tumbang yang menutupi akses jalan utama. Relawan dan petugas gabungan harus bekerja ekstra cepat untuk menyingkirkan batang pohon guna memulihkan arus lalu lintas di jalur nasional tersebut.

Salah seorang warga Desa Kaliyoso, Adib, menceritakan betapa mencekamnya situasi saat langit tiba-tiba menggelap dan diikuti pusaran angin kencang.

“Awalnya cerah, lalu tiba-tiba langit menghitam dan angin datang sangat kencang. Kami kaget saat mendapat kabar GOR ambruk,” ungkap Adib.

BPBD Lakukan Pendataan Kerusakan

Hingga Rabu malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal bersama para relawan masih terus melakukan pendataan (asessment) di lapangan. Selain GOR dan tenda pasar murah, laporan kerusakan mencakup belasan rumah warga di Kecamatan Kangkung yang mengalami kerusakan atap, tiang listrik miring, hingga papan reklame yang tumbang.

0 Komentar