Cuaca Ekstrem Terjang Kendal, Infrastruktur Desa Margorejo Rusak, Listrik Padam hingga Pasokan Air Mati

Cuaca Ekstrem Terjang Kendal, Infrastruktur Desa Margorejo Rusak, Listrik Padam hingga Pasokan Air Mati
ABDUL GHOFUR TUMBANG - Diterjang angin kencang saat hujan deras, sebuah pohon tumbang menutup akses jalan permukiman warga, Kamis (5/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Rentetan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir memicu kerusakan serius pada infrastruktur desa dan gangguan layanan publik. Di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, terjangan angin kencang dan hujan lebat dilaporkan merobohkan tiang listrik hingga memutus jaringan kabel utama.

Kerusakan pada instalasi kelistrikan ini berdampak domino terhadap kebutuhan dasar warga. Akibat trafo yang rusak dan aliran listrik yang terputus, sistem pompa air milik PDAM maupun Pamsimas desa berhenti beroperasi total. Hal ini menyebabkan distribusi air bersih ke rumah-rumah penduduk sempat lumpuh karena ketergantungan penuh pada pasokan daya listrik.

Selain lumpuhnya layanan energi dan air, ancaman pohon tumbang juga menjadi kekhawatiran utama. Banyak pohon besar di sepanjang jalan desa dan pemukiman yang dinilai rawan roboh jika kembali diterjang hujan disertai angin kencang.

Baca Juga:Cuaca Ekstrem Terjang Kendal, Angin Puting Beliung Robohkan GOR Bedjo Taroeno hingga Tenda Pasar MurahPenukaran Uang Baru di Alun-Alun Kajen Tertib via Aplikasi PINTAR, Transaksi QRIS Naik Dua Kali Lipat

Kepala Desa Margorejo, Suyoto, segera mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warganya untuk melakukan langkah preventif demi keselamatan jiwa dan harta benda.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk segera memangkas pohon yang terlalu rimbun, sudah tua, atau berada dekat dengan rumah, jalan, maupun jaringan listrik. Jangan menunggu sampai terjadi korban,” tegas Suyoto saat memantau kondisi desa, Kamis (5/3/2026).

Langkah Perapian Pohon Serentak

Pemerintah Desa Margorejo menginstruksikan gerakan “merantas” atau pemangkasan pohon secara mandiri oleh warga di lingkungan masing-masing. Langkah ini dinilai paling efektif untuk meminimalkan risiko kabel putus akibat tertimpa dahan pohon, yang sering menjadi penyebab utama pemadaman listrik berkepanjangan.

Suyoto menekankan bahwa sinergi antara warga dan pemerintah desa sangat krusial dalam menghadapi anomali cuaca saat ini. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi intensif dengan petugas PLN guna mempercepat perbaikan jaringan yang rusak.

“Langkah pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama guna meminimalkan risiko saat cuaca buruk kembali terjadi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan kerusakan jaringan listrik agar layanan dapat segera pulih sepenuhnya,” imbuhnya.

Waspada Cuaca Ekstrem Susulan

Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi masih akan membayangi wilayah Kendal dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada dan tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat badai terjadi.

0 Komentar