Tragedi Angin Kencang di Batang, 3 Orang Tewas Tertimpa Pohon, Jalur Pantura Subah Lumpuh Total

Tragedi Angin Kencang di Batang, 3 Orang Tewas Tertimpa Pohon, Jalur Pantura Subah Lumpuh Total
DOK. ISTIMEWA MACET PANJANG - Kondisi jalur Pantura Batang sempat macet panjang pada Rabu malam (4/2/2026) akibat banyak pohon bertumbangan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kabupaten Batang pada Rabu sore, 4 Maret 2026, berujung maut. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang dan tiang listrik di lokasi berbeda. Peristiwa ini juga menyebabkan urat nadi transportasi nasional, Jalur Pantura Subah, lumpuh total selama berjam-jam.

Bencana yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini melanda 10 kecamatan secara hampir bersamaan. Dampak terparah tercatat di wilayah Kecamatan Subah, di mana puluhan pohon peneduh jalan tumbang dan melintang di badan jalan, menutup akses penghubung Jakarta–Semarang sepanjang 4 kilometer.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, Muhammad Fajri, menyebut rentetan kejadian ini sebagai peristiwa luar biasa yang menimbulkan korban jiwa dari sektor transportasi.

Baca Juga:Cuaca Ekstrem Terjang Kendal, Angin Puting Beliung Robohkan GOR Bedjo Taroeno hingga Tenda Pasar MurahPenukaran Uang Baru di Alun-Alun Kajen Tertib via Aplikasi PINTAR, Transaksi QRIS Naik Dua Kali Lipat

“Tadi sekitar pukul 16.00 WIB terjadi angin kencang. Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Batang. Itu merupakan kejadian luar biasa dan ada beberapa korban terdampak. Kemacetan terjadi di Subah di jalur Pantura sepanjang kurang lebih 3–4 kilometer, di mana terdapat puluhan pohon tumbang menimpa beberapa kendaraan, baik kendaraan niaga maupun truk,” ujar Fajri dalam keterangannya, Rabu malam.

Identitas Korban Jiwa

Data BPBD mencatat satu korban tewas di Pantura Subah bernama Kusno, warga Kaliwungu Selatan, Kendal. Mobil Daihatsu Sigra putih bernopol H 1482 KX yang dikemudikannya hancur tertimpa pohon besar. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Kusno tidak tertolong akibat luka berat di bagian kepala.

Tragedi kedua menimpa Tarto Mulyo, warga Desa Kuripan, Subah. Saat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J, sebuah tiang listrik yang terseret akar pohon jati roboh tepat mengenai dirinya. Korban dilaporkan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, satu korban jiwa lainnya ditemukan di wilayah Gringsing setelah tertimpa pohon di pinggir jalan raya Surodadi.

“Ada satu korban jiwa di Pantura yang mengemudikan mobil warna putih. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Limpung dengan kondisi luka parah di bagian kepala, namun akhirnya meninggal dunia,” tambah Fajri pilu.

0 Komentar