RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Upaya pencarian intensif terhadap seorang bocah yang hanyut di saluran irigasi Dusun Suminyak, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, akhirnya menemui titik terang. Setelah tujuh hari operasi pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kamis (5/3/2026) pagi.
Korban teridentifikasi sebagai Arqam Bagus Dwiatmaja (6), warga Dusun Suminyak RT 1 RW 7 Desa Sojomerto. Jasad bocah malang tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB oleh nelayan yang sedang melaut di sekitar Pantai Morodemak, yang berjarak cukup jauh dari titik awal kejadian.
Petugas tim pencarian gabungan mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah memastikan identitas jenazah tersebut sebagai anggota keluarga mereka yang hilang sepekan lalu.
Baca Juga:Ngabuburit Syahdu dengan View Jeju, ternyata di Kabupaten BatangSuasana Ngabuburit Saat Ramadhan di Wisata Pantai Pasir Kencana Kota Pekalongan
“Setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari, korban akhirnya ditemukan di perairan Morodemak sekitar pukul 09.30 WIB. Identitas korban telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga,” ujar petugas tim pencarian dalam laporan situasi resmi, Kamis malam.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat (27/2/2026) siang saat korban sedang bermain air bersama dua temannya di tepi saluran irigasi. Nahas, ketiganya terpeleset dan jatuh ke dalam air yang saat itu debitnya tengah tinggi. Meski dua temannya berhasil menyelamatkan diri ke tepian, Arqam terseret arus deras.
Pencarian besar-besaran pun segera dilakukan dengan melibatkan BPBD Kabupaten Kendal, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Pos TNI AL Kendal, PMI, serta relawan lintas sektor. Seorang saksi mata bahkan sempat melihat tubuh korban melintasi Bendungan Sojomerto sesaat setelah kejadian, namun derasnya arus menyulitkan evakuasi seketika.
Seorang nelayan yang menemukan jasad korban menceritakan momen saat dirinya melihat sesosok tubuh mengapung di tengah laut.
“Saat kami melaut di sekitar perairan Pantai Moro, terlihat sesosok tubuh mengapung. Setelah kami dekati ternyata seorang anak, lalu kami segera melapor agar proses evakuasi bisa dilakukan,” ungkap nelayan tersebut.
Kendala Arus dan Gelombang Tinggi
Selama tujuh hari operasi SAR, tim gabungan menghadapi tantangan berat berupa arus laut yang deras dan gelombang tinggi di wilayah pesisir utara Jawa. Faktor cuaca ini pula yang diduga membawa jasad korban terbawa arus hingga mencapai wilayah perairan Kabupaten Demak.
