Pipa Perumda Sendang Kamulyan Batang Putus Tertimpa Pohon, Pasokan Air 5.000 Pelanggan Sempat Lumpuh

Pipa Perumda Sendang Kamulyan Batang Putus Tertimpa Pohon, Pasokan Air 5.000 Pelanggan Sempat Lumpuh
M. DHIA THUFAIL TINJAU PERBAIKAN - Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang, Mulyono saat meninjau perbaikan pipa yang rusak akibat pohon tumbang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Sendang Kamulyan di wilayah Kabupaten Batang sempat mengalami krisis air bersih menyusul kerusakan parah pada jaringan pipa distribusi utama. Kerusakan ini terjadi setelah bencana angin puting beliung merobohkan sejumlah pohon besar di Kecamatan Wonotunggal yang tepat menimpa jalur perpipaan.

Insiden yang terjadi pada Rabu (4/3/2026) sore tersebut mengakibatkan pipa utama terangkat dari posisinya hingga patah. Dampaknya, suplai air ke area perkotaan Batang terhenti total selama beberapa hari, sementara ratusan meter kubik air terbuang sia-sia akibat kebocoran besar di titik kerusakan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang, Mulyono, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama gangguan layanan ini. Lokasi pipa yang berada di bawah deretan pohon besar membuatnya rentan saat terjadi pohon tumbang.

Baca Juga:Ditemukan di Perairan Demak, Bocah yang Hanyut 7 Hari di Irigasi Sojomerto Kendal Meninggal DuniaNgabuburit Syahdu dengan View Jeju, ternyata di Kabupaten Batang

“Iya, waktu itu ada hujan disertai angin besar di Wonotunggal. Banyak pohon tumbang, dan kebetulan di bawahnya ada pipa kami. Ketika pohonnya roboh, pipa ikut terangkat sehingga terjadi kebocoran dan putus,” ujar Mulyono saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).

5.000 Pelanggan Terdampak

Gangguan distribusi ini dirasakan langsung oleh sekitar 5.000 sambungan pelanggan, terutama yang berdomisili di kawasan Kota Batang. Selama proses perbaikan darurat berlangsung, warga terpaksa mencari sumber air alternatif karena suplai dari perusahaan daerah tersebut mati total.

Mulyono mengakui bahwa kerugian tidak hanya dirasakan oleh pelanggan, tetapi juga bagi perusahaan akibat tingginya angka kehilangan air (non-revenue water) selama pipa belum tertangani.

“Dampaknya memang terasa untuk pelayanan di wilayah kota karena sempat mati. Kalau dihitung dari layanan, tentu cukup besar. Katakanlah dalam satu hari sudah berapa ratus meter kubik air yang hilang,” jelasnya lebih lanjut.

Proses Perbaikan Mencapai 90 Persen

Segera setelah laporan kerusakan diterima, tim teknis Perumda Sendang Kamulyan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi batang pohon dan penyambungan pipa kembali. Meski sempat terkendala ukuran pohon yang besar, proses perbaikan kini telah memasuki tahap akhir.

Hingga berita ini diturunkan, layanan distribusi air dilaporkan mulai kembali mengalir ke rumah-rumah warga secara bertahap. Petugas kini tinggal menyelesaikan sisa pekerjaan minor di lapangan.

0 Komentar