RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan dampak yang cukup masif. Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terjangan angin tersebut menyebabkan puluhan rumah rusak dan merenggut tiga nyawa warga.
Data yang dihimpun hingga Senin (9/3/2026) menunjukkan bahwa sedikitnya 10 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak langsung oleh peristiwa yang terjadi sejak akhir pekan lalu. BPBD mencatat sebanyak 73 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang, Muhammad Fajri, memerinci bahwa kerusakan materiil mencakup kategori ringan hingga berat.
Baca Juga:Perkuat Karakter Siswa, SMAN Gemuh Kendal Gelar Pesantren Kilat Ramadan 1447 H Selama Sepekan PenuhPolres Pekalongan Kota Patroli Skala Besar, Antisipasi Balap Liar, Perang Sarung, dan Petasan di Exit Tol
“Dari jumlah itu, 57 rumah mengalami rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami rusak berat,” ujar Fajri saat memberikan keterangan resmi di Kantor BPBD Batang.
Fasilitas Umum dan Ratusan Jiwa Terdampak
Selain permukiman, angin kencang juga menghantam sejumlah fasilitas publik. Tercatat satu masjid, satu madrasah, serta bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sariglagah mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada sedikitnya 75 kepala keluarga atau sekitar 290 jiwa.
Tragedi ini menjadi semakin memilukan dengan adanya laporan korban jiwa. Tiga warga dinyatakan meninggal dunia dalam rentetan peristiwa cuaca ekstrem tersebut. Mereka adalah Tarto Mulyo (50) asal Kecamatan Subah, Kusno (48) asal Kendal yang tengah berada di lokasi, dan Raiyah (50) warga Kecamatan Blado.
Fajri menyebutkan bahwa tim di lapangan masih berjibaku melakukan penanganan meskipun terkendala masalah teknis di beberapa titik.
“Data masih bersifat dinamis dan dapat bertambah, mengingat jaringan listrik dan sinyal di beberapa kecamatan masih mengalami kendala,” tuturnya.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Saat ini, petugas BPBD bersama unsur relawan dan TNI/Polri terus membantu warga membersihkan puing-puing bangunan serta mendistribusikan bantuan logistik darurat. Asesmen kerusakan masih berlangsung untuk menentukan langkah rehabilitasi selanjutnya.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan membayangi wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diminta untuk tidak lengah. BPBD mengimbau warga segera melapor kepada aparat desa jika menemukan pohon rawan tumbang atau struktur bangunan yang membahayakan.
