RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan bergerak cepat merespons keluhan warga di media sosial mengenai kondisi Jembatan Setono yang dikabarkan ambles. Tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendalam pada Senin, 9 Maret 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan pada bagian pelat jembatan yang dipicu oleh proses korosi pada besi tulangan. Meski terlihat mengkhawatirkan di permukaan, otoritas terkait memastikan bahwa integritas struktur utama jembatan peninggalan masa lalu tersebut masih dalam kategori laik fungsi.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menjelaskan bahwa tim Bina Marga menemukan pelat jembatan yang sudah keropos sehingga menyebabkan besi tulangannya mengalami niyeng atau berkarat hebat.
Baca Juga:Bupati Batang Tegaskan PNS dan PPPK Tak Dapat THR:, Bukan Dihapus, Tapi Memang Tidak Ada SkemanyaDesa Sriwulan Kendal Bagikan THR Rp 1 Juta per KK, Anggaran dari Hasil Kelola Wisata Alam Kalikesek
“Dari hasil pengecekan tim Bina Marga, ditemukan pelat jembatan yang sudah keropos sehingga menyebabkan besi tulangannya mengalami korosi atau dalam istilah lokal disebut niyeng. Kondisi ini mengakibatkan pelat siku di bagian atas mengalami ambles,” terang Khaerudin saat dikonfirmasi.
Bukan Kerusakan Struktur Utama
Khaerudin menekankan bahwa titik kerusakan berada pada area sambungan antara struktur utama jembatan dengan badan jalan, bukan pada pilar atau gelagar utama. Hal ini menjadi catatan penting agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan akibat informasi yang simpang siur di jagat maya.
Sebagai langkah taktis, DPUPR langsung melakukan pengelasan ulang pada besi tulangan yang korosi dan menutupnya dengan pelat baja baru pada hari yang sama. Penanganan darurat ini diklaim cukup untuk menjaga keamanan pengguna jalan dalam jangka pendek.
“Jadi ini bukan pada struktur utama jembatan, sehingga tidak mengurangi kekuatan utama jembatan. Kondisi jembatan secara keseluruhan masih aman untuk dilalui. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap bisa melintasi jembatan tersebut,” ungkapnya secara tegas.
Rencana Perbaikan Permanen dan Larangan Tonase
Kendati sudah diperbaiki secara darurat, DPUPR mengakui bahwa Jembatan Setono memerlukan “operasi besar” mengingat faktor usia. Opsi pembongkaran total pada bagian pelat untuk kemudian dicor ulang sedang dalam tahap pengkajian anggaran dan teknis.
