RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Pekalongan kembali menginisiasi gerakan edukasi kreatif di bulan suci melalui gelaran “Ransel 10”. Mengusung tema besar “Misi Kewargaan Dunia”, agenda tahunan ini berhasil mengumpulkan 85 peserta didik untuk mendalami isu-isu global melalui metode bermain sambil belajar yang inklusif.
Acara yang berlangsung hangat ini dirancang untuk membedah visi kewargaan dunia kepada generasi muda agar memiliki perspektif yang lebih luas terhadap lingkungan internasional. Panitia membagi sesi pembelajaran ke dalam tiga kelas adaptif sesuai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah pertama.
Ketua Panitia Ransel 10, Ela Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi para guru anggota KGbN dalam membagikan ilmu di bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai posisi individu sebagai warga dunia sejak dini.
Baca Juga:Desa Sriwulan Kendal Bagikan THR Rp 1 Juta per KK, Anggaran dari Hasil Kelola Wisata Alam KalikesekAntisipasi Macet Pekalongan, Tim Dalops Dishub Pantau Mobile Ruas Jalan Rawan Jelang Peningkatan Mobilitas
“Tujuan utama Ransel ini adalah bentuk berbagi ilmu dari KGbN di bulan Ramadan. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pendidikan dan lingkungan, sesuai dengan tema Jelajah Ramadan Misi Kewargaan Dunia,” ujar Ela dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Metode Pembelajaran Interaktif
Dalam pelaksanaannya, Ransel 10 membagi konsentrasi kelas menjadi tiga bagian utama. Untuk Kelas SD Bawah, Nazilatul Khusna mengemas materi melalui aktivitas menggambar dan game edukatif. Sementara itu, Kelas SD Atas yang dipandu oleh Niken dan Murip memanfaatkan teknologi smart TV untuk menyajikan materi interaktif.
Pada jenjang yang lebih tinggi, yakni Kelas SMP, Nunuk Riza Puji memberikan pendalaman mengenai esensi visi kekeluargaan dunia. Materi ini dirancang agar siswa mampu memahami keterhubungan antarnegara dan pentingnya toleransi global.
Kharizma, siswa kelas 9 SMP Al Bayan yang menjadi peserta, mengaku terkesan dengan materi persaudaraan antarnegara yang dibawakan. Sebagai alumni kegiatan tahun lalu, ia merasa mendapatkan perspektif baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Senang banget dapat pengetahuan baru, apalagi gamenya seru! Rasanya bahagia bisa ikut Ransel 10 ini. Harapannya tahun depan ada lagi dan jauh lebih seru,” ungkap Kharizma penuh semangat.
Membangun Generasi Melek Global
KGbN Pekalongan melalui Ransel 10 berupaya membuktikan bahwa topik berat seperti isu global dapat ditransformasikan menjadi kurikulum yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang relevan bagi generasi masa kini, komunitas ini berharap para siswa di Pekalongan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati terhadap isu-isu kemanusiaan di kancah dunia.
