Hingga hari penutupan kegiatan, tercatat sekitar 50 persen siswa telah menunaikan kewajiban zakatnya. Dana dan beras yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada mereka yang berhak menerima (mustahik) di lingkungan sekitar sekolah.
Salah seorang peserta, Sulton Mubarok, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan rutin tahunan ini. Menurutnya, pesantren kilat membantu dirinya lebih memahami esensi ibadah puasa dan adab terhadap orang tua serta guru.
“Kegiatan pesantren kilat Ramadan sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna ibadah puasa serta pentingnya berakhlak baik kepada orang tua dan guru,” ungkapnya.
Baca Juga:Desa Sriwulan Kendal Bagikan THR Rp 1 Juta per KK, Anggaran dari Hasil Kelola Wisata Alam KalikesekAntisipasi Macet Pekalongan, Tim Dalops Dishub Pantau Mobile Ruas Jalan Rawan Jelang Peningkatan Mobilitas
Dengan berakhirnya kegiatan ini, SMAN Gemuh berharap para siswa dapat membawa perubahan positif dalam perilaku sehari-hari, serta menjadikan nilai-nilai religius sebagai fondasi dalam meraih prestasi akademik maupun non-akademik. (fur)
