Terkait substansi pertemuan, Sukirman menyebutkan ada beberapa agenda mendesak yang harus segera dijalankan. Selain menyatukan barisan birokrasi agar tetap kompak mendukung kebijakannya, ia juga diminta fokus pada persiapan Lebaran 1447 H, termasuk operasi pasar dan perbaikan jalan provinsi yang rusak.
“Beberapa poin yang penting adalah birokrasi agar kompak, kemudian mendukung sepenuhnya kebijakan yang nanti akan saya ambil selaku Plt bupati. Tidak ada rahasia apa-apa di dalam, kecuali pembinaan internal,” tandasnya.
Meski diwarnai aksi protes, proses transisi kepemimpinan ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang kini berada di bawah kendali Sukirman. (had)
