Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama periode mudik diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang.
“Pemerintah menyiapkan transportasi multimoda agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar. Kami memastikan kesiapan jalan nasional, jalan tol, maupun jalur arteri, sekaligus mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan. Dukungan informasi dari tim liputan B-Universe di lapangan sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi cepat dan akurat,” ujarnya.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan pelayanan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Baca Juga:BPJS Kesehatan Pastikan Pemudik Tetap Bisa Akses Layanan JKN di Luar FKTP yang DidaftarkanJasa Raharja Hadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026, Perkuat Sinergi Nasional Demi Mudik Aman
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, media, dan berbagai stakeholder menjadi kunci dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan tertib.
“Kami melihat bahwa arus mudik tahun ini diperkirakan sangat tinggi. Oleh karena itu, Jasa Raharja bersama berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk pengoperasian posko pelayanan terpadu di sejumlah titik jalur mudik yang terintegrasi dengan berbagai stakeholder,” ujar Awaluddin.
Fasilitas yang terdapat di posko pelayanan terpadu ini di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan, pengecekan kendaraan, hingga tempat istirahat bagi pemudik. Petugas Jasa Raharja akan bersiaga di posko-posko tersebut untuk membantu memberikan berbagai layanan kepada masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan prima sekaligus mendukung terciptanya perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
“Melalui posko pelayanan terpadu, kami ingin memastikan pemudik mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama perjalanan. Ini adalah bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk melayani sepenuh hati sekaligus memastikan perlindungan dasar bagi masyarakat yang menggunakan berbagai moda transportasi,” tambahnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, Jasa Raharja memastikan bahwa perlindungan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama selama periode Angkutan Lebaran. Sinergi lintas sektor antara pemerintah, BUMN, media, serta para stakeholder terkait diharapkan mampu menghadirkan perjalanan mudik yang lebih aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh masyarakat.
