Gaya Baru Pesantren Kilat SMK PGRI Batang, Siswa Produksi Konten Islami TikTok dan Instagram

Gaya Baru Pesantren Kilat SMK PGRI Batang, Siswa Produksi Konten Islami TikTok dan Instagram
NOVIA ROCHMAWATI PRODUKSI N- Sejumlah siswa SMK PGRI Batang memproduksi konten edukatif Islami melalui media sosial dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan pesantren kilat di SMK PGRI Batang tahun ini. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah secara konvensional, para siswa justru sibuk dengan gawai mereka untuk memproduksi konten edukatif bernuansa Islami yang disebarkan melalui platform TikTok dan Instagram.

Langkah inovatif ini diambil sekolah untuk menyelaraskan kegiatan keagamaan dengan kebiasaan Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital. Melalui program ini, pesan-pesan moral Ramadan disampaikan dengan kemasan kreatif yang lebih segar dan mudah diterima oleh sesama milenial.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PGRI Batang, Astika Rahmi Diah Utami, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pola konsumsi media sosial siswa dari sekadar hiburan menjadi sarana dakwah yang produktif.

Baca Juga:Warga Bandengan Tak Lagi Kebanjiran, Kodim 0710 Pekalongan Rampungkan Jalan Rabat Beton Gang SengkuyungBulog Salurkan 2,4 Juta Ton Beras di Kendal, 122 Ribu Keluarga Terima Bantuan Pangan Hari Ini

“Selama ini anak-anak banyak menggunakan media sosial untuk berselancar di dunia maya. Melalui kegiatan ini, kami mengarahkan mereka agar membuat konten yang lebih edukatif dan bernuansa Islami,” ujar Astika saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).

Dakwah Kreatif: Dari Anti-Mokel hingga Pesan Moral

Para siswa diberikan kebebasan penuh dalam mengeksplorasi tema konten selama masih dalam koridor Ramadan. Beberapa tema populer yang diangkat antara lain kampanye “anti-mokel” (batal puasa sebelum waktunya), ajakan memperbanyak tadarus, hingga pengingat untuk tidak menggunjing orang lain saat berpuasa.

Astika menambahkan, bagi siswa jurusan Bisnis Digital, pengalaman ini menjadi simulasi dunia kerja yang nyata. Kemampuan memproduksi konten tematik merupakan aset berharga di industri kreatif saat ini.

“Kalau dikaitkan dengan dunia kerja, pengalaman ini bisa menjadi bekal. Ketika nantinya perusahaan membutuhkan konten bernuansa Islami, mereka sudah terbiasa memproduksinya,” jelas Astika lebih lanjut.

Pendekatan yang Relevan untuk Gen Z

Wali kelas SMK PGRI Batang, Muhammad Khotibul Umam, menilai bahwa pesan keagamaan yang disampaikan secara singkat melalui video pendek jauh lebih efektif bagi anak muda zaman sekarang. Selain mengasah skill editing, kegiatan ini melatih kemampuan komunikasi publik para siswa.

“Generasi Z sangat dekat dengan teknologi digital. Pesan keagamaan yang disampaikan secara singkat melalui konten digital bisa lebih mudah diterima oleh mereka,” ungkap Umam.

0 Komentar