RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Sebanyak 115 siswa tingkat akhir (kelas XII) di SMA NU 03 Mu’allimin Weleri, Kabupaten Kendal, tidak sekadar dijejali materi akademik menjelang masa kelulusan. Mereka turut dibekali kemampuan praktis berupa kewirausahaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan literasi keuangan.
Kegiatan edukatif ini diintegrasikan ke dalam program Pembekalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang dihelat secara terpusat di aula sekolah pada Rabu, 11 Maret 2026. Tujuannya jelas: menyiapkan mental dan keahlian siswa sebelum terjun ke realita kehidupan pasca-sekolah.
Hadir sebagai narasumber, M. Irhamni Sabil dari Bank Nusamba Cepiring. Di hadapan para pelajar, ia menyoroti urgensi pembentukan mental wirausaha sejak usia belia. Menurutnya, Generasi Z dituntut untuk tidak manja, melainkan harus mandiri, kreatif, dan berani mengambil risiko guna memenangkan persaingan di dunia usaha yang kian ketat.
Baca Juga:Beri Teladan Pimpinan, Bupati Kendal Dyah Kartika dan Forkopimda Tunaikan Zakat di BaznasPesantren Ramadan SDIT Bahrul Ulum Pekalongan, Fokus Perbaiki Wudu hingga Aksi Berbagi Takjil
“Teman-teman harus memiliki mindset wirausaha, yaitu kemandirian, kreativitas, inovatif, dan berani mengambil risiko. Selain itu, keterampilan perencanaan serta pengelolaan keuangan juga harus mulai dipelajari dan dipraktikkan sejak sekarang,” tegas Irhamni saat memberikan pemaparan.
Pentingnya Arus Kas dalam UMKM
Irhamni menambahkan, semangat wirausaha saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan keahlian tata kelola finansial. Keahlian mengelola arus kas (cash flow) merupakan pilar utama keberlangsungan sebuah bisnis.
“Tanpa perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, usaha hanya akan berjalan di tempat dan tidak berkembang,” ujarnya memberikan peringatan logis kepada para siswa.
Terobosan Baru Kurikulum Pembekalan
Sebagai informasi, rangkaian Pembekalan Aswaja di SMA NU 03 Mu’allimin Weleri ini berlangsung maraton selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (9–11 Maret 2026). Selain ekonomi, para pelajar juga dibekali ragam materi esensial lain seperti kepemimpinan, akidah Aswaja dalam perspektif amaliyah dan jam’iyyah, bela negara, hingga wawasan kebangsaan.
Kepala SMA NU 03 Mu’allimin Weleri, Nurul Laili, mengungkapkan bahwa inklusi materi wirausaha dan finansial ini merupakan terobosan baru. Langkah adaptif ini diambil sebagai respons sekolah terhadap dinamika dunia nyata pasca-kelulusan.
