RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Momen suci bulan Ramadan dimanfaatkan secara positif oleh sivitas akademika SMP Wahid Hasyim Pekalongan. Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan turun ke jalan menggelar aksi sosial berbagi paket takjil gratis kepada masyarakat pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan bernuansa gotong royong ini diawali dari lingkungan sekolah. Para siswa dan dewan guru tampak kompak bahu-membahu menyiapkan ratusan paket menu berbuka puasa. Paket tersebut kemudian didistribusikan kepada warga sekitar sekolah dan para pengguna jalan yang melintas jelang waktu Magrib. Aksi kepedulian ini pun disambut antusias oleh masyarakat.
Usai merampungkan pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi buka puasa bersama di area sekolah. Suasana guyub dan kekeluargaan begitu kental terasa saat seluruh peserta didik dan staf pengajar duduk membaur melepas dahaga dan lapar setelah seharian penuh menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga:Awas Macet Mudik 2026! Polres Pekalongan Kota Terjunkan Tim Urai 24 Jam Penuh Kawal Jalur PanturaAntisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Pemkab Kendal Perketat Pengamanan Jalur Pantura
Kepala SMP Wahid Hasyim Pekalongan, Farro Durrotul Qorri’aina, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan belaka. Kegiatan ini dirancang khusus sebagai instrumen pendidikan karakter guna mengasah empati dan kepekaan sosial para peserta didik sejak dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajarkan kepada para siswa bahwa Ramadan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dengan sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu saudara-saudara kita di sekitar sekolah sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial pada diri para siswa,” ujar Farro menjelaskan esensi kegiatan.
Jembatan Silaturahmi Sekolah dan Warga
Lebih jauh, Farro memaparkan bahwa aksi sosial berbagi takjil ini juga berfungsi sebagai jembatan silaturahmi yang mempererat hubungan antara institusi pendidikan dengan masyarakat sekitar. Melalui interaksi langsung ini, sekolah membuktikan perannya tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu, melainkan juga sebagai entitas sosial yang berkontribusi nyata bagi lingkungan.
Keterlibatan aktif dan antusiasme para siswa membuktikan bahwa semangat gotong royong generasi muda dapat ditumbuhkan lewat praktik langsung.
Pihak sekolah menaruh harapan besar agar tradisi baik ini bisa menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadan. Tujuannya bermuara pada satu visi: mencetak lulusan yang tidak cuma unggul secara hitungan akademik, tetapi juga matang secara emosional dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (mal)
