Rezeki dan Keikhlasan: Perspektif Psikologis dari Mentalitas Pedagang 

Rezeki pedagang
Rezeki pedagang berbeda dengan rezeki pegawai kantoran yang setiap bulan pasti datang. (foto: freepik)
0 Komentar

Perjalanan dari gaji tetap menuju penghasilan yang tidak menentu mengajarkan satu hal penting: ketenangan sejati tidak lahir dari kepastian angka, tetapi dari kemampuan menerima dan mempercayai proses.

Dan mungkin, di sanalah letak kedewasaan batin seorang manusia—ketika ia tetap berusaha dengan sungguh-sungguh, namun hatinya tidak lagi bergantung pada hasil, melainkan bersandar penuh pada Sang Pemberi Rezeki.

Semoga Ramadhan ini menyadarkan kita semua dan lebih bisa memaknai tekait makna rezeki,dan keikhlasan. (*)

Baca Juga:Indonesia akan Batalkan Perjanjian Dagang RI-AS, Setelah Malaysia?Dampak Perang Iran vs Israel-AS terhadap Ekonomi Idul  Fitri

*) Penulis adalah Psikolog dan Pengamat Psikologi Sosial, Ketua PMSM DPD Jateng & Wakil Ketua HIMPSI Eks Karesidenan Pekalongan.

0 Komentar