Niat Takbiran Malah Putar Dangdut, Polisi Halau Truk Sound Horeg di Pekalongan

Niat Takbiran Malah Putar Dangdut, Polisi Halau Truk Sound Horeg di Pekalongan
HADI WALUYO SWEEPING SOUND HOREG - Polisi melakukan sweeping kendaraan sound horeg saat malam takbiran 2026.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Kesucian malam takbiran di Kabupaten Pekalongan yang berjuluk Kota Santri nyaris ternoda. Puluhan truk pengangkut pengeras suara berkapasitas raksasa, atau yang karib disebut sound horeg, terpaksa dihalau dan diputar balik oleh jajaran kepolisian pada Jumat malam, 20 Maret 2026.

Mirisnya, alih-alih mengumandangkan gema takbir, deretan sound horeg tersebut justru memutar dentuman musik dangdut koplo. Salah satu lagu yang nyaring terdengar di jalanan adalah Cik Cik Bum Bum yang dipopulerkan oleh Fadia Arafiq. Situasi tak elok ini dinilai merusak kekhusyukan masyarakat yang tengah menyambut Hari Raya Idulfitri.

Merespons fenomena meresahkan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan langsung menggelar sweeping ketat di sejumlah jalur protokol. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menegaskan bahwa penertiban ini adalah harga mati demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Baca Juga:Beda Jadwal Lebaran 2026, Pedagang Bunga Tabur di Kendal Putar Otak Atur StokTarget Naik Peringkat Porprov, KONI Kota Pekalongan Gelar Raker Matangkan Strategi Cabor

“Kami telah menerjunkan ratusan personel yang terploting di berbagai titik keramaian dan persimpangan strategis. Fokus utama kami malam ini adalah memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif dan masyarakat bisa melaksanakan takbiran dengan penuh kekhidmatan,” ujar AKBP Rachmad saat memimpin operasi.

Ancaman Gesekan Sosial dan Kemacetan

Lebih lanjut, Kapolres memaparkan bahwa getaran frekuensi rendah yang dihasilkan dari sound horeg tidak sekadar polusi suara yang mengganggu kenyamanan warga. Konvoi berlebihan semacam ini berpotensi memicu gesekan sosial antar-kelompok pemuda dan memperparah kemacetan arus lalu lintas di malam puncak arus mudik lokal.

“Kehadiran personel di lapangan adalah wujud pelayanan prima kami. Kami ingin malam takbir ini menjadi momen yang indah bagi semua warga tanpa ada gangguan kebisingan yang tidak perlu,” tambahnya secara lugas.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, petugas gabungan memberhentikan truk dan mobil bak terbuka bermuatan tumpukan speaker dengan pendekatan humanis namun tegas. Mereka diinstruksikan untuk segera mematikan musik dan memutar balik kembali ke desa masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan takbiran di masjid atau musala. Penggunaan sound horeg di jalan raya sangat berisiko mengganggu Kamseltibcarlantas, terutama bagi pemudik yang masih melintas,” imbau salah satu petugas di lokasi penyekatan.

0 Komentar