RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Geliat arus balik Lebaran 2026 rupanya belum sepenuhnya surut. Meski instansi pemerintah dan swasta telah memasuki hari pertama kerja pasca-libur Idulfitri pada Rabu, 25 April 2026 (H+3 Lebaran), pemandangan di Stasiun Batang masih diwarnai oleh hiruk-pikuk ratusan penumpang.
Berdasarkan data manifes PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Batang tercatat masih melayani pergerakan sebanyak 477 penumpang pada hari tersebut. Angka ini terdiri dari 220 penumpang yang berangkat (naik) dan 257 penumpang yang tiba (turun). Kendati mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan puncak arus balik hari sebelumnya, statistik ini membuktikan bahwa mobilitas masyarakat kembali ke perantauan masih cukup tinggi.
Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Luqman Arif, menuturkan bahwa eskalasi arus balik di wilayahnya sejatinya sudah mulai terasa sejak H+1 dan mencapai titik puncaknya pada H+2 Lebaran.
Baca Juga:Unik, Terowongan Tol Ringinarum Kendal Kini Disulap Jadi Pasar Dadakan WargaGeger Libur Lebaran! 3 Rumah di Warungasem Batang Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp150 Juta
“Mobilitas masyarakat masih tinggi meski sudah memasuki hari kerja. Ini menunjukkan kereta api tetap menjadi pilihan utama karena faktor keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu,” ujar Luqman saat memberikan keterangan resminya.
Rute Favorit dan Pemudik Santai
Jika diakumulasikan, tren volume penumpang di Stasiun Batang pada H+1 mencatatkan angka 590 orang. Jumlah ini sempat melonjak tajam pada H+2 menjadi 630 orang, sebelum akhirnya mulai melandai ke angka 477 penumpang pada H+3.
Pada fase arus balik ini, sejumlah rangkaian kereta api tetap menjadi primadona, di antaranya KA Kaligung, KA Menoreh, dan KA Argo Muria. Adapun rute destinasi yang paling banyak dituju oleh para penumpang dari Batang adalah Jakarta, Tegal, dan Semarang.
Fenomena tetap ramainya stasiun di hari kerja ini mengindikasikan bahwa pergerakan arus balik terdistribusi secara bertahap. Sebagian masyarakat disinyalir sengaja memilih jadwal kepulangan yang lebih santai guna menghindari penumpukan dan kepadatan ekstrem di jalan raya maupun stasiun.
Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran operasional, KAI tak henti-hentinya mengimbau para penumpang agar merencanakan waktu perjalanannya dengan baik. Calon penumpang diminta untuk tiba lebih awal di area stasiun, setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta, serta selalu waspada dalam menjaga barang bawaan masing-masing. (nov)
