Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, SDIT Bahrul Ulum Pekalongan Jadikan Renang Pelajaran Wajib

Bukan Sekadar Ekstrakurikuler, SDIT Bahrul Ulum Pekalongan Jadikan Renang Pelajaran Wajib
MALEKHA Dok - Kegiatan Ramadan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi SDIT Bahrul Ulum
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bahrul Ulum Pekalongan melahirkan inovasi baru dalam penerapan kurikulum pendidikan dasar yang holistik. Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang memosisikan olahraga air sebatas kegiatan ekstrakurikuler tambahan, sekolah ini secara resmi menetapkan renang sebagai mata pelajaran wajib bagi seluruh peserta didiknya.

Kepala SDIT Bahrul Ulum Pekalongan, Abdul Aziz, S.Pd., menjelaskan bahwa kebijakan strategis ini diambil guna membekali para siswa dengan keterampilan fisik yang mumpuni, sekaligus melatih kedisiplinan serta keberanian anak sejak usia dini.

Baginya, keterampilan berenang tidak sebatas olahraga jasmani, melainkan kecakapan hidup (life skill) yang sangat esensial bagi keselamatan dan perkembangan anak.

Baca Juga:Unik, Terowongan Tol Ringinarum Kendal Kini Disulap Jadi Pasar Dadakan WargaGeger Libur Lebaran! 3 Rumah di Warungasem Batang Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp150 Juta

“Kami ingin memastikan setiap lulusan SDIT Bahrul Ulum tidak hanya unggul dalam aspek akademis dan agama, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang baik. Dengan menjadikannya mata pelajaran wajib, seluruh siswa mendapatkan porsi latihan yang terukur dan rutin di bawah pengawasan instruktur profesional,” ujar Abdul Aziz saat memberikan keterangan resmi di lingkungan sekolah.

Masuk Komponen Penilaian Rapor Akademik

Pelaksanaan mata pelajaran renang ini dijadwalkan secara rutin setiap bulan. Pihak sekolah telah menjalin kerja sama resmi dengan fasilitas kolam renang setempat untuk memastikan standar keamanan dan kenyamanan siswa.

Karena berstatus wajib, nilai dari praktik renang ini turut diakumulasikan ke dalam komponen rapor siswa, setara dengan bobot mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) lainnya.

Langkah inovatif ini rupanya mendapat respons yang sangat positif dari kalangan orang tua wali murid. Mayoritas dari mereka menilai bahwa integrasi renang ke dalam kurikulum wajib sangat mempermudah anak-anak dalam mendapatkan akses pelatihan olahraga intensif, tanpa harus menambah beban waktu dan biaya untuk mengikuti les atau ekstrakurikuler tambahan di luar jam sekolah reguler.

Lewat terobosan kurikulum ini, SDIT Bahrul Ulum Pekalongan menaruh harapan besar untuk dapat mencetak generasi penerus yang sehat secara jasmani, tangkas, serta memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menaklukkan berbagai tantangan di masa depan. (mal)

0 Komentar