Darurat Sampah! Volume Sampah Lebaran 2026 di Batang Tembus 300 Ton, Naik Tiga Kali Lipat

Darurat Sampah! Volume Sampah Lebaran 2026 di Batang Tembus 300 Ton, Naik Tiga Kali Lipat
NOVIA ROCHMAWATI MELUBER - Kondisi sampah di TPS Desa Terban Warungasem yang meluber.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (2026) rupanya berdampak langsung pada lonjakan tumpukan limbah rumah tangga di Kabupaten Batang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang mencatat produksi sampah harian meroket drastis hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, menyentuh angka 300 ton per hari.

Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, mengungkapkan bahwa lonjakan ekstrem ini adalah fenomena tahunan yang tak terhindarkan. Peningkatan tajam ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga, lonjakan tingkat konsumsi rumah tangga, serta masifnya tradisi kumpul keluarga selama perayaan Lebaran.

“Biasanya sekitar 85 ton per hari, tapi saat Lebaran bisa sampai 300 ton,” ungkap Rusmanto saat memaparkan data lonjakan sampah di wilayahnya.

Baca Juga:Geger Libur Lebaran! 3 Rumah di Warungasem Batang Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp150 JutaSerunya Lomba Langenan Ban Kecepak Batang, Edukasi Lingkungan Berhadiah Kambing di Momen Syawalan

Ratusan Pasukan Kuning Pantang Libur

Menghadapi gunungan sampah yang terus bertambah, DLH Batang mengambil langkah taktis dengan menyiagakan 243 personel secara penuh. Pasukan yang terdiri dari penyapu jalan dan kru armada pengangkut sampah ini diinstruksikan untuk tetap beroperasi secara optimal di tengah masa cuti bersama.

“Ndak ada libur, tetap kerja. Hanya saja, khusus di hari H Lebaran, pengangkutan sampah dimulai siang hari,” tegas Rusmanto memastikan ritme kerja timnya di lapangan agar kebersihan kota tetap terjaga.

Tuntutan Peran Aktif Masyarakat

Meski seluruh elemen pemerintah daerah telah dikerahkan hingga batas maksimal, Rusmanto mengingatkan bahwa isu pengelolaan limbah tidak bisa hanya dibebankan di pundak petugas kebersihan. Peran krusial masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam inisiatif menekan produksi limbah langsung dari sumber utamanya.

“Masyarakat untuk bijak kelola sampah. Mulai kurangi sampah dari hulu dengan pemilahan sampah rumah tangga, serta taati jadwal pembuangan sampah,” imbaunya kepada seluruh warga.

Ia pun kembali menegaskan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam menjaga ekosistem lingkungan, terlebih pada momentum hari besar keagamaan yang selalu dibarengi dengan peningkatan sisa konsumsi harian.

“Sampah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat,” pungkas Rusmanto memberikan penegasan. (nov)

0 Komentar