Geger Libur Lebaran! 3 Rumah di Warungasem Batang Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp150 Juta

Geger Libur Lebaran! 3 Rumah di Warungasem Batang Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp150 Juta
M. DHIA THUFAIL PADAMKAN API - Petugas Damkar Batang saat berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap tiga rumah warga di Warungasem.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Suasana tenang libur Lebaran di Desa Warungasem, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa. Si jago merah mengamuk dan menghanguskan tiga bangunan rumah milik warga setempat pada Selasa (24/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB tersebut meludeskan bagian dapur dari ketiga rumah warga. Akibat amukan api ini, total kerugian material yang ditanggung para korban ditaksir mencapai angka Rp150 juta.

Kasi Pengendalian, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Bidang Damkar Batang, Warno, membeberkan bahwa laporan insiden ini pertama kali masuk ke meja piket sekitar pukul 10.00 WIB. Laporan tersebut justru diteruskan oleh salah seorang anggota Damkar Kota Pekalongan.

Baca Juga:Serunya Lomba Langenan Ban Kecepak Batang, Edukasi Lingkungan Berhadiah Kambing di Momen SyawalanLibur Lebaran 2026 Kunjungan Wisata Kendal Naik, Polisi Perketat Keamanan Curugsewu

Tanpa membuang waktu, armada pemadam langsung meluncur ke lokasi kejadian dan tiba pada pukul 10.20 WIB. Terkait pemicu kebakaran, Warno menyebut ada dugaan kelalaian dari penghuni rumah.

“Objek yang terbakar merupakan bagian dapur dari tiga rumah milik warga. Dugaan sementara kebakaran dipicu kelalaian saat menyalakan korek api, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” ujar Warno memberikan keterangan resminya pada Rabu (25/3/2026).

Korban Terdampak dan Drama Pemadaman di Gang Sempit

Tiga rumah yang terdampak musibah ini diketahui masing-masing milik Fatonah (60), Nuraini (48), dan Sodikin (55). Total terdapat 15 jiwa yang menghuni ketiga bangunan tersebut. Luasan area dapur yang ludes terbakar cukup bervariasi, mulai dari ukuran 3×3 meter hingga 8×10 meter.

Guna menjinakkan kobaran api, sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Induk Batang beserta enam personel tangguh dari Regu 4 diterjunkan ke lokasi. Namun, proses pemadaman tak berjalan semulus yang dibayangkan.

Petugas damkar harus berjibaku dan memutar otak lantaran akses menuju titik api berada di kawasan permukiman yang sangat padat.

“Hambatan utama di lokasi adalah akses jalan yang sempit, sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik kebakaran,” ungkap Warno menyoroti kendala di lapangan.

Setelah melalui pertarungan sengit selama hampir dua jam, kobaran api akhirnya sukses dijinakkan total sekitar pukul 11.45 WIB. Petugas berhasil memblokade api sehingga tidak menjalar dan menyelamatkan sebagian besar bangunan utama rumah warga.

0 Komentar