RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Ada pemandangan tak biasa di bawah infrastruktur jalan bebas hambatan di Kabupaten Kendal. Terowongan tol yang melintang di wilayah Desa Rowobranten, Kecamatan Ringinarum, kini beralih fungsi menjadi ruang ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar. Lorong yang sedap dipandang dan teduh tersebut sukses disulap menjadi pasar dadakan yang ramai dikunjungi pembeli.
Di dalam terowongan ini, deretan lapak pedagang tampak rapi menjajakan aneka kebutuhan harian. Mulai dari sayur-mayur segar, bumbu dapur, hingga berbagai sajian kuliner siap santap tersedia lengkap. Berada di bawah lindungan struktur beton yang kokoh, aktivitas jual beli di area ini tetap bergeliat normal tanpa terganggu terik matahari maupun guyuran hujan.
Bisri (73), salah seorang pedagang sayur di lokasi tersebut, mengaku sudah setahun terakhir memindahkan lapaknya ke terowongan ini setelah 20 tahun lamanya berjualan di Pasar Banjarsari, Pekalongan. Dibantu sang anak, ia membuka lapak sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Baca Juga:Geger Libur Lebaran! 3 Rumah di Warungasem Batang Ludes Dilalap Api, Kerugian Capai Rp150 JutaSerunya Lomba Langenan Ban Kecepak Batang, Edukasi Lingkungan Berhadiah Kambing di Momen Syawalan
“Sekarang lebih dekat dengan rumah dan lebih efisien. Awalnya saya ingin menampung hasil petani sayur di sini, tapi ternyata di Rowobranten sendiri sudah habis terjual,” tutur Bisri saat ditemui pada Rabu, 25 Maret 2026.
Perputaran Omzet Jutaan dan Fasilitas Lengkap
Geliat ekonomi di lorong tol ini tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam sehari, Bisri mengaku mampu meraup omzet sekitar Rp1 juta, dan bisa melonjak hingga Rp1,5 juta saat kondisi sedang ramai.
Tak sekadar sayuran, kawasan ini juga diramaikan oleh penjaja kuliner seperti mi ayam, bakso, es teh jumbo, hingga pedagang nanas madu dari Belik, Kabupaten Pemalang. Adanya fasilitas tambahan berupa arena bermain anak menjadikan tempat ini kian digandrungi sebagai titik kumpul keluarga.
Kepraktisan berbelanja di pasar dadakan ini diakui oleh para pengunjung. Khamidah (45), warga Desa Ngerjo, menjadikan terowongan Rowobranten sebagai tempat singgah wajibnya.
“Kalau pulang dari saudara di Rowobranten, saya pasti mampir. Di sini lengkap, tidak perlu ke pasar lagi. Praktis dan cepat,” ujarnya.
Pengawasan Ketat Jasa Raharja
Meski aktivitas ekonomi rakyat tumbuh subur, pemanfaatan fasilitas tol ini tetap berada di bawah pengawasan yang ketat. Perwakilan Jasa Raharja memberikan rambu-rambu tegas bahwa para pedagang dilarang keras mendirikan bangunan permanen di lokasi tersebut.
