RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Niat hati ingin menghemat biaya dengan mengikuti program mudik gratis, sebanyak 17 pemudik asal Kabupaten Tegal justru mengalami nasib kurang beruntung. Rombongan pemudik lintas generasi ini sempat terlantar di Rest Area 338A jalur Tol Pekalongan pada Selasa, 17 Maret 2026.
Nasib belasan pemudik tersebut akhirnya terselamatkan setelah jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan bergerak cepat merespons laporan dan mengerahkan armada bus dinas untuk mengevakuasi mereka kembali ke kampung halaman.
Insiden ini bermula ketika rombongan pemudik asal Tegal tersebut mengikuti program bus mudik gratis yang diselenggarakan oleh PT Hutama Karya. Rombongan bertolak dari kantor penyelenggara di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, sekitar pukul 08.30 WIB dengan rute tujuan akhir Semarang.
Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan
Di tengah perjalanan, para pemudik meminta sopir untuk menurunkan mereka di Exit Tol Adiwerna atau rest area wilayah Tegal. Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pengemudi dengan alasan instruksi panitia mewajibkan bus melaju langsung ke Terminal Terboyo, Semarang, tanpa henti.
Setelah melalui adu argumen dan negosiasi yang alot, pengemudi bus akhirnya menurunkan rombongan tersebut secara sepihak di Rest Area 338A Pekalongan yang masuk dalam wilayah hukum Polres Pekalongan.
Respons Cepat Polres Pekalongan Terjunkan Bus Dinas
Mendapati adanya belasan warga yang kebingungan di area peristirahatan, petugas Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area 338A segera berkoordinasi dan melaporkan situasi tersebut kepada Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf.
“Atas perintah Bapak Kapolres, kami segera mengambil tindakan kemanusiaan. Beliau memerintahkan untuk mendatangkan bus dinas Polres Pekalongan guna mengantar rombongan ini sampai ke Tegal,” ungkap petugas Posyan, Ipda Budi Harsudianto Seto Aji.
Tak berselang lama, bus operasional milik Polres Pekalongan tiba di lokasi. Wajah cemas dan lelah para pemudik seketika luntur berubah menjadi raut haru saat aparat kepolisian mempersilakan mereka naik untuk diantar secara gratis hingga ke wilayah Tegal.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menegaskan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, melainkan menjunjung tinggi aspek kemanusiaan.
