“Kami tidak ingin ada pemudik yang terlantar di wilayah kami. Ini adalah bentuk pelayanan prima Polri agar masyarakat bisa sampai di rumah dengan aman dan nyaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga,” tegas AKBP Rachmad.
Curhatan Pemudik: Terpaksa Turun Karena Rute Bablas
Salah seorang pemudik, Karso, menceritakan kekecewaannya lantaran niat mereka untuk turun di Tegal terhalang aturan panitia. “Itu terpaksa mau dilabasin ke Semarang. Jadi teman-teman saya kompak minta diturunin di sini aja, yang dekat,” ujarnya lega usai ditolong polisi.
Hal senada diungkapkan Suharjo, salah satu anggota rombongan. “Kami dari Tegal menginginkan mudik gratis bersama-sama karena keterbatasan biaya. Tapi ternyata rute Semarang, dan kami tetap harus diturunkan di Terminal Terboyo sesuai aturan. Padahal kami hanya ingin kebijakan supaya bisa turun di Tegal,” paparnya.
Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Rony, menjelaskan bahwa ketua rombongan pemudik langsung mendatangi pos polisi begitu bus yang membawa mereka berlalu pergi.
Melihat komposisi rombongan yang beragam, pihak kepolisian langsung tergerak. “Kita lihat ada bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, bahkan yang sudah sepuh. Kita merasa kasihan, karena niatnya mudik ingin sampai rumah, tapi tidak sampai tujuan. Sebagai anggota polisi yang melayani masyarakat, kami berikan yang terbaik,” pungkas AKP Rony. (had)
