RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang semenjak Rabu kemarin membawa dampak fatal bagi perhelatan tradisi Lomban. Lomba dayung bergengsi yang digelar di aliran Sungai Sambong terpaksa dihentikan sementara waktu akibat amukan arus sungai yang tak terkendali.
Panitia penyelenggara terpaksa mengambil keputusan berat untuk menunda jalannya perlombaan. Pasalnya, derasnya terjangan arus air bah tak hanya mengancam keselamatan para peserta, tetapi juga memporak-porandakan lintasan lomba yang sudah disiapkan secara matang.
Ketua Panitia Lomban 2026, Egit Elan Viantono, membeberkan bahwa kerusakan terparah terjadi pada tali pembatas di tengah jalur lintasan yang hancur dihantam arus.
Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan
“Penundaan dilakukan karena arus sungai semalam sangat deras hingga jalur perlombaan putus,” tegas Egit saat memberikan klarifikasi pada Kamis (26/3/2026).
Egit menjelaskan lebih lanjut, meluapnya debit air Sungai Sambong turut membawa tumpukan material sampah. Sampah-sampah yang tersangkut pada tali pembatas lintasan membuat beban semakin berat, hingga akhirnya tali tersebut putus karena tak kuat menahan tekanan arus.
“Air meluap, banyak sampah nyangkut di tali, akhirnya putus,” keluhnya.
Kejadian Pertama Kali, Jadwal Terancam Molor
Tragedi putusnya jalur lomba akibat cuaca ekstrem ini diklaim sebagai kejadian pertama sepanjang sejarah perhelatan Lomban. Padahal, ajang yang dijadwalkan berlangsung sejak 22 hingga 28 Maret 2026 ini ditargetkan rampung tepat waktu pada hari Sabtu.
Namun, insiden alam ini memaksa panitia untuk memutar otak dan membuka opsi perpanjangan waktu kompetisi.
“Kalau besok kondisi membaik, lomba dilanjutkan. Tapi kemungkinan molor, yang awalnya selesai Sabtu bisa sampai Minggu,” beber Egit memberikan estimasi jadwal terbaru.
Total Hadiah Rp90 Juta, Atlet Timnas Dilarang Ikut!
Ajang adu ketangkasan di atas air ini sejatinya diikuti oleh animo luar biasa, yakni 236 peserta yang bertarung di 512 nomor pertandingan. Para peserta tak hanya didominasi ratusan warga lokal Batang, melainkan juga berdatangan dari berbagai daerah tetangga seperti Pekalongan, Cilacap, Jawa Barat, hingga rombongan dari Jakarta.
Baca Juga:Laris Manis! Napi Rutan Pekalongan Jual 357 Porsi Bakso Saat Libur Lebaran 2026Marak Pesta Orkes Pasca Lebaran 2026 di Pekalongan, Polisi Turun Tangan Jaga Kamtibmas
Menariknya, tahun ini panitia memberlakukan aturan super ketat yang melarang keras keikutsertaan atlet tim nasional (timnas), baik yang berstatus aktif maupun nonaktif. Hal ini dilakukan demi menjaga asas keadilan bagi peserta amatir.
