Pasokan Langka, Harga Ikan Laut di Kendal Melonjak Tajam Usai Lebaran 2026

Pasokan Langka, Harga Ikan Laut di Kendal Melonjak Tajam Usai Lebaran 2026
ABDUL GHOFUR LAYANI PEMBELI- Pedagang ikan melayani pembeli di area Pasar Kendal dengan komoditas laut yang mengalami kenaikan harga pasca Lebaran, Kamis (26/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Ketersediaan komoditas ikan laut segar di Pasar Kendal, Jawa Tengah, mengalami kelangkaan pasca-libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (2026). Kondisi rantai pasok yang tersendat ini memicu lonjakan harga yang sangat tajam di tingkat pedagang eceran, bahkan menyentuh selisih puluhan ribu rupiah per kilogramnya.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, nyaris seluruh jenis tangkapan laut mengalami eskalasi harga yang drastis. Harga udang ukuran besar yang biasanya dibanderol Rp 80.000, kini meroket tak terkendali menjadi Rp 120.000 per kilogram. Udang ukuran sedang ikut merangkak naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram, sedangkan komoditas kerang naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Tren kenaikan yang mencekik ini juga menimpa komoditas cumi-cumi yang kini dijual seharga Rp 60.000 dari harga normal Rp 40.000 per kilogram. Harga kepiting pun melonjak tajam dari Rp 80.000 menjadi Rp 120.000 per kilogram. Bahkan, ikan keting yang selama ini dikenal sebagai komoditas paling ramah di kantong pun ikut naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram.

Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan

Musyaroh, salah seorang pedagang ikan laut di area Pasar Kendal, membenarkan bahwa kelangkaan stok tangkapan dari nelayan menjadi pemicu utama melambungnya harga, berbenturan dengan tingginya permintaan konsumsi pasca-Lebaran.

“Barangnya langka, jadi harganya naik,” tegas Musyaroh membeberkan kondisi pasar pada Kamis (26/3/2026).

Menurut pengakuannya, penyesuaian harga jual ini murni mengikuti harga kulakan dari pihak distributor. Saat modal yang dikeluarkan membengkak, pedagang eceran tidak memiliki opsi lain selain menaikkan harga di tingkat konsumen.

“Kalau belinya mahal ya jualnya mahal. Tidak bisa ditahan,” keluh Musyaroh.

Pembeli Tetap Antusias Meski Harga Meroket

Menariknya, lonjakan harga kebutuhan protein hewani ini tidak lantas membunuh daya beli masyarakat. Para konsumen terpantau tetap berburu dan merogoh kocek lebih dalam demi bisa menghidangkan sajian laut segar untuk keluarga.

Tri Sukowati, salah satu pembeli di Pasar Kendal, mengaku tetap memilih berbelanja ikan laut meski harganya tengah melambung tinggi karena menu tersebut merupakan sajian favorit di rumahnya.

“Anak-anak lebih suka ikan laut, jadi tetap beli meski mahal,” tutur Tri Sukowati.

0 Komentar