Syawalan Pekalongan 2026, Festival Lopis Raksasa Krapyak Makin Megah, Berat Tembus 2 Ton

Syawalan Pekalongan 2026, Festival Lopis Raksasa Krapyak Makin Megah, Berat Tembus 2 Ton
ISTIMEWA LOPIS RAKSASA - Lopis raksasa di Krapyak akan kembali memeriahkan Pekan Syawalan tahun 2026.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kemeriahan Pekan Syawalan 2026 di Kota Pekalongan kembali diwarnai oleh tradisi ikonik Festival Lopis Raksasa. Digelar di kawasan Krapyak Kidul Gang 8 (Gang Sembawan), Kelurahan Krapyak, perayaan tahun ini dipastikan lebih megah lantaran ukuran lopis yang dibuat memecahkan rekor tahun sebelumnya dengan perkiraan berat melampaui dua ton.

Proses pembuatan penganan tradisional ini telah dikebut sejak hari kedua pasca-Idulfitri (H+2). Humas Festival Lopis Raksasa, Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa tahapan produksi membutuhkan waktu, ketelitian, dan tenaga ekstra hingga tiga hari penuh atau 3 x 24 jam.

“Pembuatan dimulai hari Senin pukul 06.00 pagi sampai malam pukul 21.00. Kemudian dilanjutkan lagi hingga malam berikutnya untuk proses pembalikan, dan nanti malam ini (Rabu malam 25/3/2026) akan dilakukan pengentasan,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi pembuatan, Rabu, 25 Maret 2026.

Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan

Bahan Baku Melimpah, Liburkan Ratusan Warga

Peningkatan skala festival tahun ini dikonfirmasi langsung oleh Koordinator Lapangan Festival Lopis Raksasa, Ahmad Zaky. Ia mengungkapkan bahwa secara visual, lopis raksasa tersebut tampak lebih mekar dengan diameter yang lebih lebar dan tinggi menjulang hingga lebih dari dua meter.

Dari segi komposisi, panitia juga menambah pasokan bahan baku ketan secara signifikan. Jika pada edisi sebelumnya ketan yang digunakan tidak menyentuh angka lima kuintal, maka tahun ini volumenya melonjak drastis.

“Tahun kemarin belum sampai lima kuintal. Sekarang kita tambahkan sekitar satu karung setengah, jadi totalnya sekitar 535 kilo ketan. Kalau tahun lalu (berat total) sekitar dua ton, tahun ini kemungkinan besar lebih dari itu,” beber Zaky merinci lonjakan bahan baku.

Di balik pembuatan satu buah maskot lopis raksasa ini, terdapat semangat gotong royong yang luar biasa. Tercatat sekitar 60 anggota Remaja Musala Darun Na’im bahu-membahu bersama warga setempat dalam menyukseskan tradisi ini. Dari sisi pendanaan, Zaky menyebut bahwa kegiatan ini murni hasil kolaborasi swadaya warga yang kemudian didukung oleh hibah pemerintah dan pihak sponsor.

“Sebelum ada bantuan pemerintah, masyarakat sudah lebih dulu melakukan swadaya. Jadi ini benar-benar hasil kebersamaan,” tegasnya.

0 Komentar