Tata Ruang Lebih Nyaman untuk Pengunjung
Sebagai daya tarik wisata khas Kota Pekalongan, panitia tak hanya menyuguhkan lopis raksasa, tetapi juga menghadirkan panggung hiburan. Namun, demi kenyamanan lautan pengunjung yang diprediksi akan membeludak, panitia mengambil kebijakan taktis dengan membatasi jumlah pelapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita ingin suasana lebih tertata dan pengunjung bisa menikmati acara dengan santai. Jadi UMKM tetap ada, tapi kita kurangi supaya tidak terlalu padat,” jelas Zaky terkait manajemen ruang festival.
Pihak penyelenggara berharap, semangat gotong royong dalam Festival Lopis Raksasa ini terus bergelora sebagai simbol persatuan warga Krapyak Kidul.
Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan
“Dengan semangat gotong royong dan antusiasme masyarakat, harapannya Festival Lopis Raksasa kembali menjadi salah satu agenda budaya yang dinanti-nantikan warga, sekaligus menjadi daya tarik wisata khas Kota Pekalongan saat momen Lebaran,” tandas Zaky menutup perbincangan. (nul)
