RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ancaman banjir kembali menghantui warga! Tingginya intensitas hujan yang mengguyur tanpa henti sejak Kamis (26/3/2026) dini hari memicu petaka. Tanggul Kali Bremi yang melintas di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, dilaporkan kembali jebol diterjang derasnya arus air.
Kerusakan tanggul ini tak main-main. Bantaran sungai jebol menganga hingga sepanjang kurang lebih 15 meter, membuat debit air sungai meluap tak terkendali dan merendam perbatasan wilayah antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.
Merespons kondisi darurat ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Khaerudin, langsung menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian pada Kamis pagi untuk memetakan skala kerusakan.
Baca Juga:Harga Bawang Merah di Kendal Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani Merugi hingga Puluhan JutaBahayakan Penerbangan, Dishub Pekalongan Larang Keras Terbangkan Balon Udara Liar Saat Syawalan
“Kami bersama tim sudah berada di lokasi. Untuk penanganan, kami telah berkoordinasi dengan DPUPR Provinsi Jawa Tengah melalui PSDA Pemali Comal, serta DPUPR Kabupaten Pekalongan,” tegas Khaerudin saat memantau langsung kondisi tanggul.
Rendam Dua Wilayah, Ribuan Karung Pasir Disiapkan
Secara administratif, titik tanggul yang ambrol tersebut memang masuk dalam wilayah Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Nahasnya, imbas luapan air bah turut menenggelamkan permukiman warga hingga ke Kampung Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Demi menjinakkan air, kolaborasi lintas instansi langsung dikebut. DPUPR Kota Pekalongan menyiapkan ribuan karung pasir (sandbag), sementara Pemprov Jateng menyuplai logistik penahan berupa kayu dolken dan kayu sesek.
“Kami sudah menyiapkan sandbag dan tim telah turun ke lapangan. Kebutuhannya cukup banyak, diperkirakan sekitar 5.000 karung. Sebagian akan dibantu dari kabupaten, dan dari provinsi telah menyiapkan kayu dolken serta kayu sesek. Pelaksanaan penanganan kemungkinan dilakukan setelah dhuhur, setelah material siap di lokasi,” bebernya menjelaskan skenario penanganan darurat.
6 Stasiun Pompa Raksasa Siaga Penuh
Tak cuma fokus menambal tanggul yang bocor, langkah penyedotan genangan air bah juga dimaksimalkan. Enam stasiun pompa air raksasa kini diaktifkan dalam status siaga penuh, meliputi Pompa Pabean Selatan, Pompa Pasirsari, Pompa PKK, Pompa Sutan Syahrir, hingga Pompa Randujajar Utara dan Selatan.
