RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau kondisi tanggul jebol yang berlokasi di wilayah Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan. Peninjauan ini merupakan langkah responsif pemerintah dalam memitigasi bencana banjir yang merendam sejumlah titik di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Luthfi didampingi oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid, Wakil Wali Kota Balgis Diab, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan, serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah.
Selain mengecek kondisi fisik infrastruktur tanggul yang mengalami kerusakan parah, Gubernur Luthfi juga menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada perwakilan warga terdampak. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan nyata dari negara bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.
Baca Juga:Meriahnya Syawalan 2026! Wali Kota Pekalongan Potong Lopis Raksasa 2,5 Ton, Bagikan ke Korban BanjirAjaib! Minibus Rombongan Warog Masuk Jurang 20 Meter di Batang, Semua Selamat & Tetap Pentas
Kepada awak media, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan darurat tanggul jebol ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas pemerintahan secara masif.
“Pemerintah kabupaten dan kota harus memperkuat kolaborasi. Pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 37 miliar untuk penanganan tahun ini dan Rp 700 miliar untuk tahun depan. Anggaran tersebut akan kita optimalkan,” tegas Ahmad Luthfi.
Perbaikan Infrastruktur Segera Dilakukan Bertahap
Lebih lanjut, mantan Kapolda Jateng tersebut memastikan bahwa proses perbaikan infrastruktur vital, termasuk rehabilitasi tanggul dan normalisasi akses jalan warga seperti di kawasan Randu Jajar, akan segera dieksekusi secara bertahap.
Ia menggarisbawahi bahwa sinergi dan intervensi antarwilayah adalah kunci utama dalam mempercepat penanganan persoalan banjir di wilayah pesisir.
“Intervensi antar kabupaten dan kota harus berjalan sinergis, dan pemerintah provinsi hadir untuk memastikan seluruh permasalahan dapat tertangani. Ini merupakan bukti kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan banjir,” tambahnya memaparkan komitmen pemerintah provinsi.
Penanganan yang cepat dan terukur ini juga didorong oleh momentum pergerakan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri. Pemerintah menargetkan agar masyarakat dapat merayakan momen sakral tersebut tanpa dibayangi ancaman bencana susulan.
