RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Momen libur tradisi Syawalan 1447 Hijriah (2026) benar-benar dimanfaatkan warga untuk healing bersama keluarga. Salah satu destinasi favorit yang diserbu lautan manusia adalah Objek Wisata Pantai Wonokerto di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (28/3/2026).
Bayangkan saja, baru menunjuk pukul 12.00 WIB pada hari puncak perayaan Syawalan (H+7 Lebaran) tersebut, tercatat sudah ada sekitar 4.000 pengunjung yang tumpah ruah memadati kawasan pesisir! Mereka tampak antusias menikmati pesona deburan ombak dan semilir angin laut khas pantai utara.
Direktur Bumdes Mitra Mina Wonokerto, Krisandi Oktofredi, membeberkan bahwa gelombang kedatangan wisatawan sudah terpantau sejak pagi buta.
Baca Juga:Ajaib! Minibus Rombongan Warog Masuk Jurang 20 Meter di Batang, Semua Selamat & Tetap PentasPetasan Balon Udara Jatuh dan Meledak Hancurkan 2 Rumah di Pekalongan, 1 Terluka
“Untuk kunjungan pada tanggal 28 ini, khususnya acara Syawalan tahun 2026, jam 12 siang sudah mencapai 4.000 orang. Dari jam 6 pagi sampai jam 12 ini pengunjung banyak didominasi dari roda dua,” ungkap Krisandi merinci lonjakan pengunjung.
Ia menambahkan, tren wisata pasca-Lebaran sejak H+1 hingga H+6 memang menunjukkan grafik yang sangat positif. Rata-rata per harinya, kawasan wisata ini dimasuki oleh 2.500 unit sepeda motor dan 300 unit mobil.
Meski demikian, capaian akhir jumlah pengunjung tahun ini baru bisa dipastikan saat penutupan acara nanti. Sebagai perbandingan, pada momen Syawalan 2025 lalu, Pantai Wonokerto sukses menyedot hingga 11.200 pengunjung hanya dalam waktu satu hari!
“Memang cuaca dan air pasang sangat mempengaruhi dari kunjungan wisatawan yang datang. Kita berharap Syawalan tahun 2026 ini bisa mencapai seperti tahun kemarin atau melebihi, yang standarnya antara 10.000 sampai 15.000 pengunjung dalam satu hari,” harapnya optimistis.
Fasilitas Lengkap, Dijamin Tidak Ada Pedagang “Nuthuk” Harga
Di tengah membludaknya jumlah wisatawan, pihak pengelola rupanya sudah menyiapkan strategi matang demi kenyamanan. Fasilitas penunjang terus diperbanyak, mulai dari pondok kuliner, gazebo, musala, hingga fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk bilas. Sebanyak 52 lapak UMKM lokal juga dihadirkan untuk memanjakan lidah pengunjung.
“Untuk penambahan fasilitas ke depan tetap akan kita lakukan, termasuk MCK,” imbuh Krisandi.
Kabar baiknya lagi, pengelola menjamin harga tiket masuk tetap sangat merakyat. Bahkan, para pedagang makanan di area pantai sudah diberikan pembinaan tegas agar tidak mematok harga gila-gilaan alias nuthuk yang kerap merugikan wisatawan saat musim liburan.
