RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Semarak perayaan tradisi Syawalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kembali dimeriahkan dengan agenda pemotongan lopis raksasa. Berpusat di kawasan Kelurahan Krapyak, tepatnya di Gang 8 dan Gang 1, kemeriahan pesta rakyat tahunan ini tumpah ruah pada Sabtu (28/3/2026).
Puncak acara ikonik ini dihadiri langsung oleh pucuk pimpinan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, yakni Wali Kota A. Afzan Arslan Djunaid beserta Wakil Wali Kota Balgis Diab. Turut mendampingi jajaran penting lainnya, mulai dari Ketua TP PKK Inggit Soraya, Sekretaris Daerah Nur Priyantomo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah.
Ukuran Fantastis Tembus 2,5 Ton
Antusiasme lautan warga yang memadati lokasi pada edisi Syawalan tahun ini terbayar lunas dengan ukuran lopis yang spektakuler. Di titik Krapyak Gang 8, panitia berhasil menyajikan lopis raksasa dengan bobot mencapai 2.083 kilogram, lingkar 262 sentimeter, dan tinggi menjulang hingga 239 sentimeter.
Baca Juga:Kecelakaan Maut Weleri, Pejabat Disnakertrans Jateng Tewas Tertabrak KA HarinaAmankan Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Pekalongan Terjunkan 5 Tim Khusus di Pantura
Tak mau kalah, lopis yang disajikan di wilayah Gang 1 mencatatkan rekor berat fantastis hingga 2,5 ton, dengan tinggi 225 sentimeter dan diameter 75 sentimeter.
Wali Kota Pekalongan yang akrab disapa Aaf, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas kesuksesan gelaran budaya yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI tersebut.
“Alhamdulillah, setiap tahun ukuran lopis semakin besar dan antusiasme warga juga luar biasa. Ini merupakan hasil kerja keras panitia, donatur, warga, serta dukungan semua pihak sehingga acara berjalan aman dan lancar,” tutur Wali Kota Aaf saat memberikan sambutan dan mengapresiasi gotong royong warganya.
Instruksi Berbagi untuk Korban Banjir
Lebih jauh, Wali Kota berharap kemeriahan pemotongan lopis ini mampu menjadi perekat kebersamaan warga. Ia juga memanjatkan doa agar Kota Batik ini senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
Sebagai wujud empati yang nyata, orang nomor satu di Kota Pekalongan itu mengusulkan sekaligus menginstruksikan agar sebagian potongan lopis raksasa tersebut didistribusikan kepada para warga di wilayah Pasir Sari dan sekitarnya yang hingga kini masih terdampak musibah banjir. Langkah ini diambil agar kebahagiaan dan manisnya tradisi Syawalan bisa dirasakan secara merata, termasuk oleh warga yang tengah dilanda musibah.
