RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Petaka terjadi di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, usai sebuah balon udara liar yang membawa rangkaian petasan jatuh menimpa permukiman warga. Insiden ledakan ini mengakibatkan dua rumah rusak parah dan satu orang dilaporkan mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, balon udara pembawa petasan tersebut diduga kuat baru saja diterbangkan oleh sekelompok warga dari jarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Sebagian petasan sempat meledak di udara, namun nahas, sisa petasan jatuh membentur atap rumah warga dan memicu ledakan hebat di darat.
Suyadi (51), salah satu warga yang rumahnya hancur luluh lantak, menceritakan detik-detik menegangkan tersebut. Saat kejadian pada Minggu (29/3/2026), ia tengah berada di dalam rumah menemani sang istri yang sedang terbaring sakit.
Baca Juga:Kecelakaan Maut Weleri, Pejabat Disnakertrans Jateng Tewas Tertabrak KA HarinaAmankan Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Pekalongan Terjunkan 5 Tim Khusus di Pantura
“Letusan pertama saya masih di dalam rumah sama istri. Lalu menyusul suara ledakan berikutnya yang lebih keras dan dekat dari atas rumah. Bergegas saya langsung gendong istri yang sedang sakit. Pas ledakan besar itu, saya sudah di luar,” ungkap Suyadi kepada wartawan.
Sesaat setelah Suyadi dan istrinya berhasil menyelamatkan diri ke luar rumah, ledakan dahsyat langsung menghantam bagian atap. Tembok penyekat yang berbatasan dengan rumah tetangga ambrol, sementara kusen serta kaca jendela terlepas dan hancur berserakan. Saking kuatnya daya ledak, sebuah sepeda yang berada di dalam rumah sampai terpental sejauh kurang lebih dua meter.
“Saya sudah tidak berani lagi masuk ke rumah karena itu sudah menjadi urusan penyelidikan polisi,” tambahnya dengan nada masih terkejut.
Polisi Buru Kelompok Penerbang Balon
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, membenarkan adanya insiden ledakan yang bermula dari jatuhnya petasan balon udara tersebut. Pihaknya mencatat ada dua rumah yang terdampak dengan tingkat kerusakan material yang berbeda.
“Ada dua rumah yang mengalami kerusakan. Satu rumah mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta dengan kerusakan di bagian atap dan tembok penyekat. Sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian teras dengan kerugian sekitar Rp 1 juta,” jelas AKP Setyanto.
