Ribuan Jemaah Hadiri Haul, Ulama Desak Pemkab Kendal Tulis Sejarah Resmi Wali Gembyang

Ribuan Jemaah Hadiri Haul, Ulama Desak Pemkab Kendal Tulis Sejarah Resmi Wali Gembyang
ABDUL GHOFUR SAMBUTAN - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan komitmen Pemkab Kendal melestarikan sejarah dan tradisi keagamaan saat menghadiri haul Wali Gembyang, Minggu (29/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Ribuan jemaah tumpah ruah memadati kompleks makam Wali Gembyang yang berlokasi di Gang Gembyang 1, Kelurahan Patukangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Minggu (29/3/2026). Peringatan haul tokoh penyebar agama Islam ini turut dihadiri oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama setempat.

Dalam momentum sakral tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kendal, KH Asroi Tohir, melontarkan desakan kuat kepada pemerintah daerah. Ia meminta agar narasi sejarah dan silsilah Wali Gembyang segera ditelusuri dan disusun secara ilmiah, mengingat dokumentasi yang ada saat ini belum tersusun secara runtut dan sahih.

“Jika haul Wali Joko sudah ke-500, maka khaul Wali Gembyang ini tidak terpaut jauh. Kami meminta pemerintah segera melakukan penelusuran sejarah agar generasi mendatang mengetahui siapa sebenarnya Wali Gembyang,” tegas KH Asroi Tohir di hadapan para jemaah.

Baca Juga:Petasan Balon Udara Jatuh dan Meledak Hancurkan 2 Rumah di Pekalongan, 1 TerlukaKecelakaan Maut Weleri, Pejabat Disnakertrans Jateng Tewas Tertabrak KA Harina

Jejak Dakwah dari Timur Tengah hingga Suku Uighur

Lebih lanjut, Asroi membeberkan bahwa berdasarkan kajian awal, sosok Wali Gembyang diyakini memiliki nama asli Hamzah. Beliau merupakan ulama besar asal Timur Tengah yang melakukan perjalanan dakwah luar biasa panjang melintasi berbagai wilayah.

Tidak hanya menimba ilmu, Hamzah juga berkelana hingga ke wilayah Xinjiang, China, dan berinteraksi erat dengan Suku Uighur. Di daratan Tiongkok tersebut, sosoknya dikenal dengan sebutan Han Byan.

“Di Jawa Tengah kemudian disebut Gembyang karena perbedaan lidah antara Jawa, Cina, dan Arab. Perjalanan ribuan kilometer itu menjadi teladan bagi kita untuk terus menuntut ilmu dan memperluas wawasan,” jelas Asroi menegaskan tingginya kegigihan sang wali dalam menyebarkan Islam hingga ke Nusantara.

Menurutnya, Kendal memiliki tokoh-tokoh penting penyebar peradaban yang rekam jejaknya mutlak harus diungkap secara akademis agar tidak hilang ditelan zaman.

Pemkab Kendal Siap Bentuk Tim Kajian Sejarah

Menanggapi desakan dan aspirasi dari kalangan ulama, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyatakan komitmen penuh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal untuk mendukung pelestarian sejarah keagamaan di wilayahnya.

0 Komentar