Arus Balik Lebaran, 4 Perlintasan KA Tanpa Penjaga di Kendal Jadi Titik Rawan Maut

Arus Balik Lebaran, 4 Perlintasan KA Tanpa Penjaga di Kendal Jadi Titik Rawan Maut
ABDUL GHOFUR SABAR - Menunggu kereta lewat di Weleri memang menjadi ujian kesabaran yang paling hakiki di siang hari, Senin (30/3/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Gelombang kedua arus balik Lebaran 1447 Hijriah (2026) mulai membanjiri wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tingginya volume kendaraan pemudik berpelat nomor luar kota ini tidak hanya memadati jalur utama Pantai Utara (Pantura), tetapi juga berimbas pada kepadatan di sejumlah rute alternatif.

Kondisi kerawanan lalu lintas semakin meningkat, terutama di titik-titik perlintasan kereta api (KA) sebidang yang kerap menjadi simpul kemacetan panjang. Berdasarkan pantauan, kepadatan paling signifikan terasa di kawasan Weleri dan Kaliwungu.

Merespons situasi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal, Mohammad Eko, mengeluarkan peringatan keras kepada para pemudik agar melipatgandakan kewaspadaan, khususnya ketika melewati perlintasan rel kereta api yang tidak memiliki pos penjagaan resmi.

Baca Juga:Atasi Tanggul Jebol di Pekalongan, Gubernur Jateng Kucurkan Anggaran Rp 37 MiliarMembludak! Pantai Wonokerto Pekalongan Diserbu 4.000 Pengunjung di Puncak Syawalan 2026

“Pemudik harus ekstra hati-hati saat melintas di perlintasan sebidang, terutama yang belum dijaga petugas,” ujar Eko memberikan imbauan pada Senin (30/3/2026).

4 Titik Paling Rawan Tanpa Penjagaan

Eko membeberkan bahwa hingga saat ini, masih terdapat empat titik perlintasan kereta api di wilayah Kendal yang berstatus “awas” lantaran sama sekali tidak memiliki sistem penjagaan maupun palang pintu. Keempat lokasi rawan maut tersebut tersebar di:

  • Nolokerto (Kecamatan Kaliwungu)
  • Kecamatan Brangsong
  • Desa Tosari
  • Desa Ngasinan (Kecamatan Weleri)

Merujuk pada data resmi Dishub Kendal, secara keseluruhan terdapat sekitar 28 hingga 31 titik perlintasan kereta api di kabupaten tersebut. Sebagian besar memang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan, baik yang dijaga oleh petugas resmi dari PT KAI, personel Dishub, maupun hasil swadaya masyarakat dan anggota Linmas setempat.

Dari total tersebut, sekitar 15 titik diketahui tidak memiliki palang pintu mekanis. Meski demikian, belasan titik itu masih terbantu oleh penjagaan manual dari warga sekitar.

“Yang benar-benar tanpa penjagaan dan pengamanan hanya empat titik itu. Ini yang paling rawan,” tegas Eko menyoroti keempat lokasi krusial tersebut. Dishub mengimbau dengan sangat agar pengendara tidak nekat menerobos perlintasan ketika sinyal kedatangan kereta sudah berbunyi.

Pengawasan Ekstra dari Kepolisian

Di sisi lain, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal juga tidak tinggal diam. Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, memastikan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk memperketat pengawasan di sejumlah perlintasan tanpa palang pintu di tengah eskalasi arus balik Lebaran.

0 Komentar