Sukses Tekan Balon Liar di Jalur Penerbangan, Pekalongan Balloon Festival 2026 Berlangsung Meriah

Sukses Tekan Balon Liar di Jalur Penerbangan, Pekalongan Balloon Festival 2026 Berlangsung Meriah
WAHYU HIDAYAT FESTIVAl - Pekalongan Balloon Festival 2026 berdampak pada turunnya angka penerbangan balon liar di wilayah Kota Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Perhelatan agung Pekalongan Balloon Festival 2026 yang dipusatkan di Stadion Hoegeng tak sekadar menjadi pestanya warga Kota Batik. Festival budaya tahunan ini terbukti ampuh menjadi solusi strategis dalam menekan angka penerbangan balon udara liar yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi keselamatan dunia penerbangan nasional.

Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menilai penyelenggaraan tahun ini menunjukkan eskalasi yang sangat positif, baik dari segi tata kelola acara maupun inovasi karya para peserta.

“Alhamdulillah, peserta tahun ini lebih kreatif, balon-balonnya lebih variatif. Dan yang tidak kalah penting, pelaksanaan di Stadion Hoegeng ini membuat area lebih tertata dan clear. Penonton kita arahkan ke tribun, sehingga lebih nyaman dan aman,” ujar Aaf di sela-sela kemeriahan festival.

Baca Juga:Nahas, Tak Bisa Berenang, Remaja 16 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Sengkarang PekalonganNgeri! Mobil Pemudik Purworejo Alami Kopling Loss di Tol Banyumanik, Polisi Terapkan Contraflow Kendal

Aaf secara khusus menyoroti karya salah satu peserta yang melukiskan wajah tokoh kepolisian legendaris asal Pekalongan, Jenderal Hoegeng. Meski kreativitas warga patut diacungi jempol, ia tak menampik bahwa pada masa Lebaran tahun ini, masih ada temuan 22 balon liar yang diterbangkan sembarangan di sejumlah wilayah, lengkap dengan rentengan petasan.

Ia pun mengingatkan warga secara keras bahwa risiko cedera fisik akibat petasan maupun kecelakaan balon liar sama sekali tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan karena masuk dalam kategori kesengajaan.

“Kami kembali mengimbau masyarakat, jangan menerbangkan balon liar. Mari kita lestarikan budaya ini dengan cara yang benar dan aman. Karena balon udara liar ini bisa membahayakan lalu lintas penerbangan,” tegas Aaf.

Laporan Pilot Turun Signifikan di Jalur W-45

Klaim keberhasilan festival ini diamini langsung oleh Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo Utomo. Ia memaparkan adanya penurunan drastis terkait keluhan pilot komersial yang terganggu oleh kehadiran balon raksasa di angkasa.

“Hingga hari ini, tercatat 22 laporan pilot terkait balon liar, turun dari tahun lalu yang mencapai 51 laporan pada periode yang sama. Ini penurunan yang cukup signifikan,” jelas Nurcahyo.

0 Komentar