RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Sebuah terobosan sistem transportasi publik tengah digodok oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, guna menunjang kelancaran mobilitas para pekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, saat ini mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mewujudkan moda transportasi kereta komuter sejenis KRL di wilayahnya.
Inisiatif inovatif ini difokuskan untuk menyambungkan rute dari Stasiun Batang langsung menuju kawasan pelabuhan yang berada di dalam area KITB. Dengan begitu, para pekerja diharapkan tak lagi bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi untuk berangkat ke pabrik.
Incar Skema Subsidi, Tarif Paling Mahal Rp 10 Ribu
Bupati Faiz membocorkan bahwa skema operasional yang tengah dikejar oleh Pemkab adalah mekanisme subsidi Public Service Obligation (PSO). Langkah tersebut diambil sebagai garansi agar tarif tiket kereta komuter itu bisa ditekan seminimal mungkin sehingga tetap ramah di kantong para tenaga kerja.
Baca Juga:Sukses Tekan Balon Liar di Jalur Penerbangan, Pekalongan Balloon Festival 2026 Berlangsung MeriahAkses Bojong-Sragi Ambles Berbahaya, DPRD Pekalongan Desak Perbaikan Prioritas 2026
“Targetnya tarif berkisar Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Jadi pekerja tidak perlu capek naik motor sendiri ke kawasan industri,” ungkap Faiz saat memberikan pemaparan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang, Selasa (31/3/2026).
Melalui skema transportasi terintegrasi ini, para pekerja cukup memarkirkan kendaraan di stasiun terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan moda kereta api yang terjamin tingkat keamanan, ketepatan waktu, dan kenyamanannya.
Faiz meyakini, kehadiran KRL lokal ini akan sangat membantu meringankan beban warga sekitar, khususnya para komuter harian dari wilayah Bendar dan sekitarnya yang setiap hari harus berjibaku membelah jalan raya menuju kawasan industri.
Benahi Infrastruktur Pendukung Keselamatan
Tak hanya berfokus pada penyediaan angkutan massal di siang hari, Pemkab Batang rupanya juga mulai tancap gas membenahi sejumlah infrastruktur pendukung di sekitar kawasan. Hal ini krusial untuk menunjang aspek keselamatan dan kenyamanan pekerja, terutama bagi mereka yang mendapat sif malam.
“Kami optimalkan penerangan jalan dan fasilitas lainnya agar pekerja merasa aman dan nyaman, baik saat berangkat maupun pulang kerja,” jelas Faiz menambahkan.
