RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabupaten Kendal mencatatkan prestasi gemilang dalam indikator makro ekonomi. Pertumbuhan ekonomi daerah ini dilaporkan meroket tajam hingga menyentuh angka 7,99 persen sepanjang tahun 2025, sekaligus menempatkannya sebagai yang tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Capaian fantastis tersebut secara resmi dipaparkan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam agenda Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Kendal, Selasa, 31 Maret 2026.
Di hadapan jajaran legislatif, Bupati Dyah Kartika menyampaikan bahwa tren positif pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 bergerak sangat progresif di berbagai sektor krusial.
Baca Juga:Ngeri! Polres Pekalongan Sita 684 Petasan dan 76 Balon Udara Liar di Momen Syawalan 2026Polemik Koperasi BMJ Kendal, Pengurus Akui Tak Pegang Uang, Siap Tempuh Jalur Hukum
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tahun 2025 mencapai 7,99 persen, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,47 persen dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen,” urai Dyah Kartika merinci pencapaian pemerintahannya.
Investasi KEK Jadi Motor Utama Penggerak Ekonomi
Menurut Bupati, lonjakan angka pertumbuhan yang sukses menyalip rata-rata nasional ini tak terlepas dari derasnya aliran investasi yang masuk ke wilayah Kendal. Keberadaan kawasan industri terpadu dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbukti ampuh menjadi motor penggerak roda perekonomian di daerah tersebut.
Sejalan dengan meroketnya pertumbuhan ekonomi, deretan indikator kesejahteraan masyarakat Kendal juga menunjukkan perbaikan yang sangat menggembirakan. Angka kemiskinan sukses ditekan ke level 8,40 persen, turun cukup tajam dari posisi 9,35 persen pada tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kendal juga terkerek naik menjadi 75,07, berhasil melampaui rata-rata pencapaian IPM Provinsi Jawa Tengah yang berada di level 74,77.
“Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi masyarakat terus menjadi prioritas pemerintah daerah,” tegas Bupati Dyah Kartika.
Dari sektor ketenagakerjaan, geliat industri berhasil menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) susut menjadi 4,60 persen. Adapun indeks ketimpangan pendapatan penduduk berada di angka 0,335, yang masuk dalam kategori ketimpangan rendah.
Evaluasi Kritis dari DPRD Kendal
Beralih pada sektor tata kelola keuangan daerah, Kabupaten Kendal sukses merealisasikan Pendapatan Daerah Tahun 2025 sebesar Rp 2,57 triliun, atau mencapai 98,07 persen dari target yang ditetapkan. Sementara untuk pos belanja daerah, terserap anggaran senilai Rp 2,47 triliun (93,07 persen). Efisiensi pengelolaan anggaran ini pada akhirnya membuahkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 131,29 miliar.
