Harga Plastik Melonjak Drastis Imbas Perang Iran-Israel, Pedagang dan Perajin Menjerit

Harga Plastik Melonjak Drastis Imbas Perang Iran-Israel, Pedagang dan Perajin Menjerit
DOK. NAIK HARGA - Harga plastik di pasaran mengalami lonjakan signifikan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Israel yang berkecamuk di Timur Tengah ternyata membawa rentetan dampak hingga ke pasar tradisional di Tanah Air. Salah satu imbas nyata yang paling terasa adalah melonjaknya harga plastik di pasaran secara drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga yang signifikan ini diduga kuat dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah global, yang merupakan komponen dasar bagi bahan baku utama pembuatan plastik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pedagang mengeluhkan lonjakan harga yang dinilai sangat memberatkan, terutama pascamomentum Lebaran. Yani, salah seorang pedagang kelontong asal Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengungkapkan keresahannya atas ketidakstabilan harga komoditas pengemas tersebut.

Baca Juga:Aturan Baru Kemenag: Pembayaran Dam Haji 1447 H Kini Bisa Dilakukan di Tanah AirKorban Koperasi BMJ Mengadu ke DPRD Kendal, Desak Usut Dugaan Keterlibatan Mora Sandy

“Harga sebelumnya masih Rp 29.000 untuk satu pack, namun sekarang naik jadi Rp 50.000 per pack,” ungkap Yani.

Menurut Yani, tren kenaikan harga ini sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak sebelum perayaan Lebaran, dan angkanya justru terus merangkak naik hingga saat ini.

“Biasanya menjelang Lebaran itu paling tinggi sekitar Rp 40.000 per pack,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari sektor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Niti, seorang perajin tempe, mengaku bahwa melambungnya harga plastik pembungkus ini memberikan pukulan ganda bagi pembengkakan biaya operasional produksinya.

“Plastik dari Rp 34.000 sekarang sudah mencapai Rp 60.000. Padahal harga kedelai juga ikut naik,” keluh Niti.

Faktor Geopolitik dan Rantai Pasok Global

Kondisi meroketnya harga di tingkat daerah ini sejalan dengan dinamika yang terjadi di pasar global. Konflik di kawasan Timur Tengah telah menyebabkan terganggunya rantai pasok minyak dan petrokimia. Hal ini secara otomatis mendongkrak harga bahan baku plastik di berbagai belahan negara, tak terkecuali di Indonesia.

Selain faktor geopolitik, gangguan distribusi logistik dan terbatasnya pasokan di pasaran ditengarai membuat harga plastik semakin tak terkendali. Karena plastik merupakan komoditas turunan dari minyak bumi, stabilitas harganya sangat bergantung dan sensitif terhadap gejolak energi global.

Baca Juga:Cegah Penyalahgunaan! Kejari Pekalongan Musnahkan Barang Bukti 32 Perkara Inkracht, Ada Sabu & GanjaPemkot Pekalongan Pusing Belanja Pegawai Tembus 39 Persen, BPKAD: Tak Ada Pangkas PPPK

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan masyarakat. Jika konflik global tak kunjung mereda, kelangsungan para pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada penggunaan plastik untuk kebutuhan operasional sehari-hari dikhawatirkan akan semakin terancam.

0 Komentar