RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kabar gembira bagi warga Kota Batik! Bertepatan dengan momen spesial Hari Jadi ke-120 Kota Pekalongan pada Rabu (1/4/2026), megaproyek pembangunan kembali fasilitas pemerintahan pusat kota resmi dimulai.
Tiga gedung vital, yakni Gedung Kantor Wali Kota, Sekretariat Daerah (Setda), dan DPRD Kota Pekalongan yang sempat hancur lebur akibat amuk massa pada 31 Agustus 2025 silam, kini memasuki tahap groundbreaking.
Prosesi peletakan batu pertama ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekalongan, H. Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf), bersama Wakil Wali Kota Hj Balgis Diab. Turut hadir Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah, Nanda Lasro Elizabeth Sirait, serta perwakilan dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PT PP) selaku pelaksana proyek.
Baca Juga:Aturan Baru Kemenag: Pembayaran Dam Haji 1447 H Kini Bisa Dilakukan di Tanah AirKorban Koperasi BMJ Mengadu ke DPRD Kendal, Desak Usut Dugaan Keterlibatan Mora Sandy
Dalam keterangannya usai acara, Wali Kota Aaf menyampaikan optimisme tinggi bahwa proyek ini akan selesai sesuai jadwal.
“Alhamdulillah semua sudah berjalan lancar. Ini luar biasa, target dari pelaksana, dari PP, akhir September sudah bisa selesai dengan catatan cuaca mendukung,” ungkap Aaf.
Meski target penyelesaian konstruksi dijadwalkan pada akhir September atau awal Oktober 2026, Aaf menjelaskan bahwa gedung baru tersebut kemungkinan baru bisa beroperasi penuh pada tahun berikutnya.
“Kalau memang akhir September atau awal Oktober ini selesai, insyaallah 2027 kita sudah bisa pakai. Karena ini belum termasuk interior, nanti perlu pengisian dulu,” bebernya.
Konsep Minimalis dengan Nuansa Lokal
Menelan anggaran puluhan miliar, desain gedung pemerintahan ini akan mengusung konsep dua lantai yang minimalis namun modern, menyesuaikan dinamika zaman. Tata letaknya pun dirombak untuk efisiensi koordinasi.
“Nanti kantor Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda akan berada di tengah bersama para asisten. Sementara di sisi lain untuk kabag-kabag dan aula, termasuk Ruang Jlamprang. Untuk DPRD tetap di gedung seberang,” jelas Aaf merinci denah bangunan.
Menariknya, Pemkot Pekalongan tetap mempertahankan identitas kulturalnya. Nama-nama ruangan di gedung baru ini akan menggunakan istilah motif batik khas Pekalongan sebagai wujud pelestarian budaya lokal.
