Untung Rp 15 Juta Sekali Panen, DKP Kendal Siap Perluas Budidaya Rumput Laut di Pesisir

Untung Rp 15 Juta Sekali Panen, DKP Kendal Siap Perluas Budidaya Rumput Laut di Pesisir
ABDUL GHOFUR PELUANG EKONOMI - Rumput laut kini menjadi ekonomi baru di Kendal, membuka peluang usaha dan harapan masa depan yang lebih baik bagi para petani, Rabu (1/4/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersiap untuk memperluas area pengembangan budidaya rumput laut di wilayah pesisir. Langkah strategis ini diambil menyusul tingginya antusiasme petani petambak dan prospek ekonomi komoditas tersebut yang dinilai kian menjanjikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, mengungkapkan bahwa hasil budidaya rumput laut yang telah dirintis di sejumlah kawasan pesisir Kendal menunjukkan tren perkembangan yang sangat menggembirakan. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Bidang Perikanan Budidaya akan terus menggencarkan program pembinaan.

“Potensi budidaya rumput laut di Kendal sangat bagus. Kami akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar budidaya ini berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegas Hudi saat dikonfirmasi pada Rabu (1/4/2026).

Baca Juga:Aturan Baru Kemenag: Pembayaran Dam Haji 1447 H Kini Bisa Dilakukan di Tanah AirKorban Koperasi BMJ Mengadu ke DPRD Kendal, Desak Usut Dugaan Keterlibatan Mora Sandy

Keuntungan Capai Belasan Juta Rupiah

Lebih lanjut, Koordinator Budidaya Rumput Laut Kendal, Budiarto, memaparkan bahwa program budidaya ini baru berjalan sekitar satu tahun. Namun, saat ini sudah ada sekitar 50 petani petambak yang bergabung dengan total luas lahan garapan mencapai 25 hektare.

Area budidaya tersebut tersebar di lima titik pesisir Kecamatan Kota Kendal, yakni di Kelurahan Karangsari, Bandengan, Banyutowo, Balok, dan Kampung Mbiru.

Menurut Budiarto, perputaran ekonomi dari sektor budidaya ini sangat menggiurkan. Siklus panen rumput laut relatif singkat, yakni sekitar dua bulan, sehingga petani dapat melakukan panen hingga lima kali dalam kurun waktu satu tahun.

“Untuk satu hektare tambak, sekali panen bisa menghasilkan sekitar Rp 30 juta. Setelah dipotong biaya operasional, petani masih bisa memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp 15 juta,” jelas Budiarto merinci potensi pendapatannya.

Pemasaran Mudah dan Ramah Lahan

Keunggulan lain dari komoditas ini adalah kemudahan dari segi pemasaran serta perawatannya. Budiarto menyebutkan, jalur distribusi pascapanen sudah terbentuk dengan sangat jelas. Petani biasanya menjual hasil panen dalam bentuk rumput laut kering kepada para pengepul.

Saat ini, sebagian besar produksi dari Kabupaten Kendal langsung diserap oleh pasar industri pengolahan rumput laut yang berada di kawasan Surabaya dan Brebes.

0 Komentar