RADARPEKALONGAN.ID – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Jasa Raharja. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Jasa Raharja menyalurkan bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana kepada Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Nurul Yaqin Sepit, yang terdapat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Langkah ini mencerminkan komitmen Jasa Raharja dalam melayani sepenuh hati serta memperkuat peran dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 1 April 2026 ini dihadiri oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana yang didampingi oleh Soleh selaku Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Nusa Tenggara Barat serta Tim Divisi TJSL Kantor Pusat Jasa Raharja. Kehadiran jajaran manajemen ini menjadi simbol keseriusan perusahaan dalam memastikan program TJSL berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca Juga:Jasa Raharja Pastikan Kesiapsiagaan Petugas di Jawa Timur lewat Peninjauan ke Pos Pelayanan TerpaduJasa Raharja Catat Penurunan Kecelakaan dan Fatalitas selama Idulfitri 2026, Rekayasa Lantas Ikut Berperan
Bantuan rehabilitasi yang diberikan mencakup perbaikan fasilitas fisik sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
Langkah ini sejalan dengan peran Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi bagian ekosistem Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih baik, khususnya di daerah.
Kondisi pendidikan di Nusa Tenggara Barat dalam beberapa tahun terakhir masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Data tahun 2024–2025 yang disampaikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menunjukkan terdapat sekitar 4.104 ruang kelas dalam kondisi rusak.
Kendala lainnya adalah keterbatasan daya tampung di jenjang pendidikan menengah, di mana jumlah SMA, SMK, dan SLB tercatat hanya sebanyak 801 unit, sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan peserta didik. Ini membuat revitalisasi sekolah menjadi prioritas utama pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kemajuan masyarakat secara menyeluruh.
“Jasa Raharja meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan desa wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kami berharap fasilitas yang lebih baik ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan memberikan dampak positif jangka panjang,” ungkapnya.
