Batang Butuh 5.000 Tenaga Kerja Baru Tahun Ini, Disnaker Gencar Gelar Pelatihan Kompetensi

Batang Butuh 5.000 Tenaga Kerja Baru Tahun Ini, Disnaker Gencar Gelar Pelatihan Kompetensi
M. DHIA THUFAIL PELATIHAN - Peserta Pelatihan Operator Forklift saat mengikuti kegiatan didampingi tenaga ahli.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Prospek penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Batang diproyeksikan semakin terbuka lebar. Pada tahun ini, kebutuhan tenaga kerja di wilayah tersebut ditaksir menembus angka 5.000 orang, seiring dengan pesatnya eskalasi pembangunan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP).

Merespons lonjakan permintaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mengintensifkan beragam program pelatihan vokasi dan sertifikasi guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap pakai.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Batang, Suprapto, memaparkan bahwa penyerap tenaga kerja terbesar saat ini didominasi oleh sektor industri garmen, bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan teknis, hingga industri furnitur. Posisi spesifik seperti welder (tukang las), penganyam, dan pengukir kian dicari oleh pihak perusahaan.

Baca Juga:Gerebek Pesta Sabu di Weleri Kendal, Polisi Ringkus 4 Pemuda Jaringan PengedarHUT ke-120 Pekalongan: Pemkot Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 39 Ribu KPM

“Peluang kerja ke depan sangat besar. Terutama bagi laki-laki. Kalau tidak siap, ya hanya jadi penonton,” kata Suprapto saat memberikan keterangan pada Jumat, 3 April 2026.

Sebagai langkah konkret, Disnakertrans telah mengirimkan 20 peserta secara bertahap untuk mengikuti pelatihan operator forklift di sebuah lembaga pelatihan di Kota Semarang. Keahlian ini dinilai sangat strategis karena hampir seluruh pabrik memerlukan tenaga operator untuk menunjang alur distribusi barang.

“Operator forklift masih sangat dibutuhkan, terutama di sektor pergudangan dan industri,” ujar Suprapto menjelaskan.

Ia menekankan, selain dibekali keterampilan teknis pengoperasian alat berat, para peserta juga diwajibkan mengantongi sertifikasi K3 yang menjadi standar mutlak di kawasan industri. “Harus punya sertifikasi K3. Ini menyangkut keselamatan kerja,” tuturnya menambahkan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui 100 orang, meski kuota yang tersedia masih terbatas.

Gelar Pelatihan Vokasi Nasional

Di tingkat daerah, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Batang turut menggelar program pelatihan vokasi nasional tahap pertama yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini menjaring 112 peserta terpilih dari total 297 pendaftar.

Ketua BLK Batang, Elisyatun Muslimah, menjelaskan bahwa para peserta disebar ke dalam tujuh kelas kejuruan. Kelas tersebut mencakup tata boga (pembuatan roti dan kue), tata rias, tata busana (menjahit), pengelasan SMAW 2F, penyuntingan video, hingga administrasi perkantoran.

0 Komentar